Minggu lalu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambangi Balai Konservasi Candi Borobudur. Kunjungan ini bertujuan memantau langsung progres revitalisasi salah satu warisan budaya dunia yang ikonik itu.
Menurut Fadli, pekerjaan memugar kompleks Borobudur bukan perkara sederhana. Butuh koordinasi banyak pihak. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para arkeolog, pemerintah daerah, dan semua pihak yang turun tangan.
"Rencana pemugaran ini mungkin memerlukan beberapa kali pertemuan sebelum kita lakukan. Tetapi, sekarang ini Kementerian Kebudayaan sudah melakukan rekonstruksi dari apa yang ada. Dari batu-batu yang dulu ditinggalkan oleh Van Erp dan juga Stutterheim. Selain itu, kita juga tentu melihat riwayat dari kajian-kajian yang ada,"
ujar Fadli dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi terkini. Dengan begitu, proses revitalisasi bisa lebih efisien menghemat waktu, biaya, dan tenaga.
"Pemugaran candi-candi harus memakai teknologi. Sekarang sudah bisa menggunakan foto, diolah menggunakan komputer dan teknologi lain supaya memudahkan. Kita juga bisa analisis menggunakan teknik 3D,"
terangnya.
Artikel Terkait
Dua Nelayan Indonesia Dibajak di Gabon, Diplomasi Darurat Digelar
Buruh Tuntut Revisi UMP DKI Rp5,89 Juta, Tolak Pilkada Lewat DPRD
Trump Balas Hinaan Pelindung Pedofil dengan Gestur Jari Tengah di Pabrik Ford
Bawaslu Siap Awasi Pilkades, Asal Ada Perintah UU