Suasana di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, mendadak tegang pada Selasa siang itu. Tepatnya pukul 11.30 WIB tanggal 25 November 2025, sekelompok besar pelajar yang menaiki motor memicu kecurigaan warga. Laporan pun berdatangan ke pihak kepolisian.
Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito, menjelaskan kronologinya. Begitu mendapat informasi, anggota piket langsung bergerak cepat.
"Kami dibantu warga kemudian mengamankan mereka di sekitar Kantor Desa Tonjong, lokasinya tidak jauh dari kantor polsek," tutur Suwito, Rabu (26/11/2025).
Hasilnya, 44 orang pelajar berhasil diamankan. Menariknya, mereka semua ternyata berasal dari satu sekolah swasta yang berada di wilayah Bojong Gede.
Alasan yang dikemukakan pun cukup mengejutkan. Menurut para pelajar, mereka sedang dalam perjalanan untuk merayakan Hari Guru. Itu klaim mereka.
"Menurut keterangan yang kami dapat, mereka ingin merayakan hari guru. Itu alasannya," ucap Suwito lagi.
Namun begitu, polisi menduga ada yang disembunyikan. Ada indikasi kuat bahwa para pelajar itu membawa senjata tajam, yang kemudian dibuang ke dalam Setu Tonjong untuk menghilangkan barang bukti. Inilah yang membuat polisi curiga niat sebenarnya bukan sekadar konvoi perayaan.
Karena tidak ditemukan senjata tajam pada mereka, ke-44 pelajar tersebut akhirnya dipulangkan. Meski begitu, peringatan keras tetap diberikan. Aksi yang berpotensi tawuran ini tentu saja mengganggu ketenteraman warga setempat.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung, Lembaga Minta Maaf ke Publik
Gubernur DKI Peringatkan Ancaman Pangan dan ISPA Menyusul Fenomena El Nino
Bupati Malang Lantik Putra Kandung Pimpin DLH, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Trump Ancam Pecat Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu