Kronologi Meninggalnya MH, Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Korban Bullying

- Minggu, 16 November 2025 | 18:18 WIB
Kronologi Meninggalnya MH, Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Korban Bullying

Kasus Dugaan Bullying Berujung Maut di SMPN 19 Tangsel Diselidiki Polisi

Polisi menggelar penyelidikan mendalam terkait kasus dugaan bullying yang menimpa siswa SMPN 19 Tangerang Selatan, MH (13), yang berakhir tragis. Korban, Muhamad Hisyam, meninggal dunia pada Minggu (16/11) setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama satu pekan akibat luka-luka yang diduga diderita setelah dianiaya oleh teman sekolahnya.

Enam Saksi Diperiksa, Polisi Tunggu Keterangan Keluarga

Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa enam orang saksi untuk mengungkap kasus ini. Keenam saksi tersebut berasal dari kalangan guru dan pihak sekolah. Victor juga menyatakan bahwa penyidik masih menunggu waktu yang tepat dari keluarga korban untuk dapat dimintai keterangan lebih lanjut.

Victor menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional. Proses hukum akan dijalankan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Polisi akan menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana serta kaitan antara cedera yang diderita korban dengan kejadian yang dialaminya.

Untuk memperkuat penyelidikan, polisi juga telah meminta keterangan dari saksi ahli medis dari rumah sakit yang merawat korban. Pemeriksaan ini dinilai penting untuk melacak kronologi medis korban, termasuk riwayat perawatannya di fasilitas kesehatan sebelumnya sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati.

KPAI Desak Pengungkapan Penyebab Kematian Korban

Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dalam kasus ini. KPAI mendesak agar penyebab kematian korban diungkap secara jelas dan korban mendapatkan haknya tanpa stigma negatif. KPAI menyatakan kepercayaannya kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan bullying yang merenggut nyawa seorang anak ini.

Kronologi Korban Alami Cedera Parah hingga Meninggal Dunia

Menurut pengakuan keluarga, MH diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya sejak masa MPLS. Insiden puncaknya terjadi pada Senin (20/10), di mana kepala korban dikabarkan dipukul menggunakan bangku besi.

Kakak korban, Rizki, melaporkan bahwa setelah kejadian tersebut, kondisi fisik adiknya memburuk secara drastis. Korban mengalami kelemahan pada seluruh tubuhnya, penglihatan yang mengabur, sering pingsan, dan kehilangan nafsu makan. Kondisinya yang semakin kritis membuatnya harus dirujuk ke RS Fatmawati, tempat ia akhirnya menghembuskan napas terakhir. Jenazah MH kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Ciater, Serpong, pada hari yang sama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar