Dari lautan angka itu, terpetakan dengan jelas kondisi demografinya. Ada 132.170 keluarga yang memiliki anak di bawah dua tahun (baduta). Sementara balita jumlahnya jauh lebih besar, mencapai 1.168.499. Di sisi lain, keluarga dengan Pasangan Usia Subur (PUS), di mana istri berusia 15-49 tahun, jumlahnya sangat signifikan: 5.424.614. Tidak ketinggalan, lansia juga menjadi bagian penting dengan angka mencapai 5.131.488.
Namun begitu, bagi Yasin, penghargaan ini bukanlah tujuan akhir. Ia punya harapan yang lebih besar. Ia mengungkapkan keinginannya agar semua lembaga dan instansi pemerintah memanfaatkan data ini sebagai mercusuar pedoman utama dalam mengambil setiap keputusan.
Faktanya, Pemprov Jateng sendiri sudah menjalankan banyak program yang bersumber dari data-data tersebut. Beberapa di antaranya adalah Kecamatan Berdaya, Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal, PAUD, dan program PKK. Bahkan upaya pengentasan kemiskinan pun disusun berdasarkan informasi ini.
Artikel Terkait
Warga Asing Buka Celana di Taman Blok M, Alasan Cuaca Panas Jadi Dalih
Drainase Tak Memadai, Kawasan Industri Cikande Terendam Banjir
KPK Bongkar Suap Pajak Rp75 Miliar, Izin Konsultan Terancam Dicabut
Gabungan TNI-Polri dan Warga Gelar Patroli di Titik Rawan Kemang