Heboh di media sosial, puluhan siswa SDN 117 Batununggal harus menunggu berjam-jam untuk menyambut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Yang bikin publik geram, mereka dikabarkan menunggu dari pagi sampai siang sekitar lima jam lamanya.
Video yang beredar di akun Instagram @jabodetabek24info itu cukup menyita perhatian. Dalam unggahannya, terlihat anak-anak berseragam merah putih itu sudah bersiap sejak pukul 08.00 WIB. Tapi, tamu yang dinanti tak kunjung tiba hingga pukul 13.00 WIB.
Padahal, lokasi yang rencananya akan dikunjungi Farhan Buruan Sae hanya berseberangan dengan sekolah itu. Namun, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, rupanya wali kota batal datang ke lokasi. Ia justru berada di Kelurahan Batununggal untuk memberikan paparan dalam acara Siskamling.
Merespons hal ini, Kadisdik Kota Bandung Asep Gufron angkat bicara. Ia mengaku menyayangkan insiden yang terjadi.
Menurutnya, besar kemungkinan Wali Kota Farhan sama sekali tidak tahu bahwa ada siswa yang dimobilisasi untuk menyambutnya.
“Kalau saya kan begini. Itu harus bisa mencermati tugas Pak Wali itu seperti apa. Nah, pihak lurah juga harusnya jeli gimana agenda Pak Wali, jadi jangan istilahnya mengambil kebijakan sendiri,”
“Saya khawatir ini tanpa sepengetahuan beliau, kan begitu. Ini saya khawatir beliau tidak menjadwalkan, beliau tidak menjanjikan, tapi di-justifikasi. Jadi harus dipastikan dulu ke beliau seperti apa, supaya ujung-ujungnya tidak begini,”
Gufron menduga ada miskomunikasi internal di tingkat kelurahan atau pihak lain yang menyebabkan siswa SD diminta menunggu begitu lama.
Ia menegaskan, biasanya jika Farhan memang diagendakan datang, pasti tepat waktu. Tidak mungkin ada kejadian menunggu dari pagi hingga siang.
“Jadi saya khawatirnya beliau justru tidak tahu tentang hal itu, sehingga beliau memang tidak tahu dan nggak ada komunikasi dan sebagainya. Karena biasanya beliau mah kalau kunjungan itu sudah pasti itu datang. Pasti tidak ada istilah kudu nunggu dari pagi ke siang, kan begitu maksudnya,”
Insiden ini pun jadi pelajaran terutama soal koordinasi dan komunikasi antar pihak, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Sebut Menag Nasaruddin Umar Layak Bersaing di Bursa Calon Ketum PBNU
GP Ansor Siap Kawal Program Swasembada Pangan Nasional
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Satu Tewas di Sigi dan Puluhan Lainnya Terluka
Grab Indonesia Operasikan 14.000 Kendaraan Listrik dan Berdayakan 189.000 Perempuan serta Disabilitas Sepanjang 2025