GP Ansor Siap Kawal Program Swasembada Pangan Nasional

- Rabu, 17 Juni 2026 | 01:45 WIB
GP Ansor Siap Kawal Program Swasembada Pangan Nasional

Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan mengawal program swasembada pangan nasional yang tengah dijalankan Kementerian Pertanian. Komitmen ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Indonesia.

Ketua Umum GP Ansor, Adin Jauharudin, menegaskan bahwa pihaknya tengah memfokuskan diri pada pengembangan pertanian di tingkat desa. “Kami memang konsentrasi untuk menumbuhkan pertanian di desa dan mendukung seluruh langkah Kementan terkait swasembada pangan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa. Pernyataan ini disampaikan usai dirinya menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Dalam pertemuan tersebut, GP Ansor melaporkan perkembangan pemanfaatan bantuan dari Kementerian Pertanian, yang mencakup alat dan mesin pertanian, benih unggul, serta penguatan kerja sama ekonomi masyarakat desa. Menurut Adin, bantuan yang diberikan telah dimanfaatkan secara produktif dan memberikan dampak nyata di lapangan. “Hasilnya, bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan aktivitas pertanian di daerah, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi kader dan masyarakat,” jelasnya.

Pemanfaatan traktor, benih, dan berbagai program pendukung pertanian dinilai telah mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat sektor pertanian rakyat. “Kami melaporkan soal apa yang selama ini sudah kita lakukan terkait pemanfaatan dan dampak dari traktor yang diberikan Kementan bagi Ansor dan masyarakat,” beber Adin. Selain itu, pihaknya juga melaporkan kerja sama pengembangan ekonomi bersama Perum Bulog dan pemanfaatan benih-benih yang diberikan oleh Kementan. “Inti dari semua itu adalah luar biasa, telah memberikan dampak ekonomi yang terus berputar bagi para kader dan masyarakat,” ucapnya.

Manfaat bantuan tersebut, menurut Adin, tidak berhenti pada peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi di pedesaan. Karena itu, GP Ansor terus mendorong kadernya untuk terlibat aktif dalam pembangunan pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser), Syafiq Syauqi, menambahkan bahwa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan benih telah dimanfaatkan oleh kader hingga tingkat desa. Berbagai bantuan tersebut membantu mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat kegiatan ketahanan pangan masyarakat. “Beberapa kader kami sudah mendapatkan bantuan dari Pak Menteri berupa hand tractor, combine harvester, traktor dan beberapa benih hortikultura. Ini sangat membantu kegiatan ketahanan pangan kader kami di daerah, bahkan sudah menyentuh kader-kader di desa, sehingga Ansor dalam hal ini ikut berperan dalam kegiatan swasembada pangan di daerah,” katanya.

Syafiq menambahkan, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan perlu diikuti langkah lanjutan untuk memastikan capaian tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Menurut dia, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlangsungan pasokan pangan agar tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk mendukung tujuan tersebut, GP Ansor siap memperluas keterlibatan kader dalam berbagai program pengembangan pertanian, termasuk kegiatan hilirisasi yang memberikan nilai tambah komoditas pertanian. Kader GP Ansor juga didorong berperan aktif dalam pengembangan sektor hortikultura dan perkebunan, khususnya komoditas strategis seperti kopi, kakao, kelapa, tebu, serta komoditas unggulan lainnya. “Kami tentu bersemangat untuk membantu menjaga dan memperkuat swasembada pangan yang telah dicapai,” kata Syafiq.

Di sisi lain, GP Ansor juga siap mendukung penguatan sumber daya manusia pertanian melalui pengembangan kader sebagai penggerak dan penyuluh pertanian di desa-desa. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan transfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi pertanian dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. “Kader-kader Ansor di desa-desa ini nantinya diharapkan menjadi penggerak penyuluh pertanian. Mereka bukan hanya pelaku usaha tani, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membantu masyarakat meningkatkan produktivitas pertanian,” beber Adin.

Adin menilai capaian swasembada pangan yang berhasil diwujudkan pemerintah saat ini merupakan bukti nyata keberhasilan kebijakan yang berpihak kepada petani. Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus dijaga bersama melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. “Karena itu, pekerjaan menjaga swasembada pangan berkelanjutan tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus melibatkan semua komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti Ansor,” tegasnya.

Di lapangan, manfaat kebijakan Kementan juga dirasakan langsung oleh petani. Menurut Syafiq, harga gabah yang terjaga, ketersediaan pupuk, dan akses benih yang semakin baik telah meningkatkan semangat petani dalam berproduksi. “Yang kami rasakan, senyum masyarakat hari ini. Masyarakat petani lebih berbahagia. Harga gabah terjaga dan naik, pupuk tersedia, dan benih mudah didapat. Ini yang dirasakan petani hari ini. Satu kata, mereka bahagia,” katanya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas pemanfaatan bantuan pemerintah yang dinilai berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurut Amran, keberhasilan program pertanian hanya dapat dicapai jika didukung oleh keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan kuat hingga tingkat desa.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags