Perlawanan yang diberikan para pelaku ternyata cukup serius. Mereka menggunakan senjata jenis softgun untuk menembaki petugas. Tak hanya itu, senjata tajam juga mereka hunus untuk melawan. Salah satu mobil dinas polisi menjadi korban, kaca jendela pintu depannya bolong diterjang peluru softgun.
Melihat situasi yang semakin panas dan tidak terkendali, Polres Pekalongan pun minta bantuan. Mereka membackup operasi dengan memanggil Brimob Polda Jateng yang markasnya tak jauh, di Kalibanger, Kota Pekalongan.
Namun begitu, ketegangan justru memuncak lagi. Para pelaku di dalam rumah masih bersikukuh tidak mau menyerah. Petugas yang sudah mengepung lokasi akhirnya mengambil langkah tegas. Mereka mendobrak pintu dan melepaskan tembakan peringatan ke udara, memaksa pelaku untuk menyerah.
Farid menambahkan, permintaan bantuan itu memang sengaja dilakukan untuk mengamankan situasi. “Karena ada perlawanan, kita minta back up dari Polres Pekalongan Kota dan dari Brimob untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya di lokasi kejadian, Rabu (26/11) dini hari. Akhirnya, tiga orang berhasil diamankan dalam operasi yang berisiko tinggi itu.
Artikel Terkait
Danantara Siap Bangun Ratusan Huntara untuk Korban Bencana Sumbar
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Venezuela Usai Penangkapan Maduro
Indonesia Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kedaulatan Somalia di Hadapan OKI
Tito Karnavian Tinjau Sawah Terdampak Bencana, Janjikan Revitalisasi dan Bantuan Langsung