Di sisi lain, reaksi keras datang dari sekutu utamanya, Iran. Melalui Garda Revolusi Iran (IRGC), mereka secara terbuka mengecam serangan itu. Media pemerintah Iran mengutip pernyataan IRGC yang menyebut peristiwa ini sebagai "kejahatan biadab".
Tak hanya mengutuk, mereka juga mengeluarkan ancaman balasan.
Ditegaskan bahwa Hizbullah dan seluruh "poros perlawanan" sebutan untuk Iran dan jaringan kelompok bersenjata yang didukungnya memiliki hak penuh untuk membalas dendam atas gugurnya Tabatabai. Ancaman itu menggantung, membuat situasi kawasan kembali mencekam.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tokoh NU Terkait Dugaan Intervensi Biro Travel dalam Kuota Haji
Kapolda dan Pangdam Jaya Turun Malam, Tinjau Langsung Pengungsian Banjir Cilincing
13 Kapolres Jateng Diganti, Karanganyar dan Jepara Jadi Sorotan
Prabowo Soroti Permainan Impor yang Bikin Rakyat Sakit Hati