"Usaha ini memberikan manfaat yang besar kepada Pertamina," katanya. Ia lantas merujuk pada kesaksian pihak Pertamina di persidangan yang menyebut adanya efisiensi fantastis hingga Rp 145 miliar per bulan berkat penggunaan terminalnya. "Sampai saat ini pun terminal saya masih digunakan oleh Pertamina," tambah Kerry.
Di sisi lain, persoalan ini ternyata cukup membebani pikirannya. Kerry mengaku telah menuliskan segala keluh kesah dan kesedihannya terkait dakwaan yang ia terima. Dalam surat itu, ia juga membantah tuduhan bahwa ayahnyalah yang mendanai aksi demonstrasi pada Agustus lalu.
"Jadi saya di sini menulis surat, ini saya titipkan ke Bang Patra," ujarnya, merujuk pada pengacaranya. Ia memohon, "mohon dibaca ya, ada isi pikiran saya, tolong bantu kawal media ini, sidang saya agar kebenaran terungkap."
Artikel Terkait
Mantan Dirjen Kemendikbudristek Terima Uang dan Ponsel dari Rekanan di Sidang Korupsi
KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Madiun Terkait Kasus Wali Kota Nonaktif Maidi
Eddy Soeparno: Transisi Energi Bersih Kunci Wujudkan Ambisi Digital Indonesia
Gubernur Jabar Buka Hotline Darurat untuk Warga Terdampak Konflik Timur Tengah