"Itu barang bukti berupa sabu, dan ada ganja yang ada di dalam plastik. Termasuk juga ini adalah disita dari salah satu bandar yang berinisial N. Kalau yang di plastik itu di beberapa tempat," jelasnya lagi.
Yang bikin gerah, operasi mereka ternyata sudah sangat sistematis. Menurut Aldrin, jaringan ini berjalan cukup rapi. Bahkan, untuk memudahkan transaksi, para pemakai bisa membayar pakai QRIS. Cukup scan dan bayar, barang haram pun didapat.
"Yang jelas sistem peredaran di sini cukup rapi. Sampai mereka juga melakukan pembayaran dengan ini (menunjukkan QRIS)," ucapnya.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Soroti Luka Gereja: Pintu Tak Boleh Tertutup bagi Korban
Ahli Geologi Turun Tangan Selidiki Lubang Ajaib di Sawah Pombatan
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Tiga Desa di Probolinggo
Asap Mesin Penghancur Batu Tewaskan Empat Penambang di Badakhshan