"Itu barang bukti berupa sabu, dan ada ganja yang ada di dalam plastik. Termasuk juga ini adalah disita dari salah satu bandar yang berinisial N. Kalau yang di plastik itu di beberapa tempat," jelasnya lagi.
Yang bikin gerah, operasi mereka ternyata sudah sangat sistematis. Menurut Aldrin, jaringan ini berjalan cukup rapi. Bahkan, untuk memudahkan transaksi, para pemakai bisa membayar pakai QRIS. Cukup scan dan bayar, barang haram pun didapat.
"Yang jelas sistem peredaran di sini cukup rapi. Sampai mereka juga melakukan pembayaran dengan ini (menunjukkan QRIS)," ucapnya.
Artikel Terkait
AS dan Israel Tewaskan Ayatollah Khamenei dalam Operasi Militer Besar-besaran
Mantan Diplomat: Veto AS di DK PBB Hambat Resolusi Tegas Soal Serangan ke Iran
Wiranto Kenang Try Sutrisno sebagai Prajurit Sejati dan Teladan Kebangsaan
Pansus 13 DPRD Bandung Perdalam Pembahasan 63 Pasal Raperda Ketertiban Umum