Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkap adanya masalah yang cukup pelik terkait dana beasiswa. Rupanya, ada puluhan mahasiswa asal Papua yang sedang menuntut ilmu di luar negeri harus berhadapan dengan keterlambatan pembayaran beasiswa dari pemerintah daerah.
Masalah ini sempat dibahas dalam sebuah rapat terbatas di Istana pada Senin lalu. Hadir dalam pertemuan itu Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dari data yang berhasil dihimpun, setidaknya ada 56 mahasiswa yang terdampak.
“Dengan Kementerian Keuangan ya di antaranya kita membahas mengenai satu yang saya minta, yaitu mengenai adik-adik kita yang dari Papua yang sekarang mereka kuliah di luar negeri,” ujar Tito usai rapat, di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia melanjutkan, “Kalau nggak salah jumlahnya 300 lebih itu ada yang di Amerika, di Australia, dan lain-lain. Data kami ada 56 orang yang belum selesai, belum dibayar dan sering terlambat dibayar dari pemda.”
Ternyata, total tunggakan yang menumpuk itu mencapai angka yang tidak kecil: Rp 37 miliar. Menurut Tito, sumber masalahnya terutama berasal dari Pemda Papua dan Papua Pegunungan.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam
Nenek Pencuri Baju di Tanah Abang Akhirnya Bayar Rp 1,2 Juta Setelah Mediasi
Ara Tegaskan Huntap Korban Bencana Harus Penuhi Tiga Syarat Krusial Ini