Menurut penelusuran, hubungan antara korban dan pelaku ternyata sudah berlangsung cukup lama. Awalnya, mereka bertemu di gym tempat IP bekerja, sekitar akhir tahun 2024. Dari situ, obrolan mereka makin sering, baik secara langsung maupun lewat WhatsApp.
Sayangnya, komunikasi yang intens itu justru dimanfaatkan IP untuk membujuk korban. Alhasil, terjadilah pencabulan di sebuah hotel di kawasan Bandungan. Yang membuat miris, korban yang baru saja lulus SMA pada Mei 2025 sempat mengira bahwa pelaku adalah seorang duda.
“Jadi pelaku melakukan pencabulan kepada korban dari rentang waktu Januari-November 2025 kemarin, korban yang baru saja lulus SMA sekitar Mei, merasa tertipu karena ternyata (pelaku) masih berstatus berkeluarga, akhirnya menyampaikan ke orang tuanya,”
tandas Bodia merinci kronologi yang memilukan itu.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Media Mitra Strategis, Minta Jajaran Responsif Terhadap Pemberitaan
Mendagri Tito Karnavian Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah Prabowo
BNN dan Bea Cukai Amankan 4.080 Butir Ekstasi di Kos-kosan Bekasi
PetFuria dan Unair Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Standar Industri Perawatan Hewan