Di sisi lain, bukan cuma perlengkapan pribadi yang diserahkan. Jenderal Sigit juga menyerahkan kunci kendaraan patroli Pamapta secara simbolis kepada empat Polres. Keempatnya adalah Polres Metro Jakarta Pusat, Polrestabes Bandung, Polresta Mamuju, dan Polres Nabire.
Apel Kasatwil tahun ini sendiri diikuti oleh 607 peserta. Dalam arahannya, Sigit menyoroti banyak hal. Mulai dari pentingnya menjaga kekompakan hingga paradigma baru dalam menangani unjuk rasa. Ia ingin semuanya kompak.
"Jadi memang kita buat model dengan mengumpulkan para Kapolda, para Kapolres, dan kita tempatkan mereka di tenda-tenda bivak. Tentunya kegiatan ini bertujuan, yang pertama, meningkatkan soliditas internal, kekompakan," terang Sigit.
Selain soal kekompakan, ada hal mendasar yang ditekankan kembali. Pihaknya melakukan penanaman ulang doktrin Tribrata dan Catur Prasetya. Intinya, mengingatkan kembali hakikat tugas Polri sebagai pelaksana alat negara.
Menurut Sigit, momen apel ini adalah waktu yang tepat untuk introspeksi. Sebuah refleksi atas apa yang sudah dikerjakan dan tentu saja, hal-hal yang masih perlu dibenahi ke depannya. Sebuah langkah untuk memperkuat barisan dari dalam.
Artikel Terkait
Arab Saudi Naikkan Hadiah Kompetisi Hafalan Al-Quran Jadi Rp40 Miliar
Polda Riau Gelar Lomba Lari Gratis untuk Alihkan Aktivitas Balap Liar
Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dikawal Pesawat Tempur dan Disambut Putra Mahkota
Bhayangkara FC Hajar Semen Padang 4-0 di Lanjutan Liga Super