Gunung Semeru kembali menunjukkan amarahnya. Erupsi pada 19 November lalu menumpukkan material vulkanik sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan. Tak main-main, tumpukan itu bukan cuma pasir biasa.
Kondisinya kian rawan karena hujan kerap turun di sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu di Semeru. Gabungan antara material vulkanik yang menggunung dan hujan yang datang silih berganti menciptakan ancaman serius: banjir lahar dingin bisa meluncur kapan saja. Risikonya jelas membayangi, terutama bagi warga dan para penambang pasir yang biasa mencari nafkah di sana.
Merespons situasi genting ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang pun mengambil langkah tegas. Mereka mengeluarkan surat edaran yang meminta semua aktivitas penambangan pasir dihentikan sementara.
“Ibu bupati sudah mengeluarkan surat edaran kepada para penambang untuk menghentikan aktifitas pertambangannya sampai dengan kondisi memungkinkan,”
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang