Gus Ipul Resmikan Pengurus Baru Karang Taruna, Fokuskan pada Pemberdayaan Ekonomi

- Sabtu, 22 November 2025 | 18:05 WIB
Gus Ipul Resmikan Pengurus Baru Karang Taruna, Fokuskan pada Pemberdayaan Ekonomi
Pengukuhan Pengurus Baru Karang Taruna

Di Sutera Hall, Mall Alam Sutera, Tangerang, suasana tampak khidmat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi melantik Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) untuk masa bakti lima tahun ke depan, 2025 hingga 2030. Momen ini menandai babak baru bagi organisasi kepemudaan tersebut.

Pria yang juga dikenal sebagai Gus Ipul itu menyambut baik terpilihnya Budisatrio Djiwandono sebagai Ketua Umum. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Budisatrio, Karang Taruna punya arah dan semangat yang segar.

"Karang Taruna telah memiliki arah baru di bawah kepemimpinan Mas Budisatrio Djiwandono. Arah-arah barunya diantaranya adalah memperkuat pemberdayaan anggota, dan juga berusaha turut serta dalam proses pemberdayaan di tengah-tengah masyarakat," ujar Gus Ipul, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (22/11/2025).

Dia melanjutkan, peran Karang Taruna sebenarnya sudah sangat nyata. Organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul, tapi punya kontribusi konkret. Banyak kadernya yang terjun ke dunia usaha, menggerakkan UMKM. Yang menarik, usaha-usaha yang mereka rintis seringkali tumbuh berkelanjutan dan bahkan mampu menciptakan lapangan kerja.

"Itu peran-peran nyatanya, di samping juga program pemberdayaan sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan," sambungnya.

Gus Ipul menekankan bahwa kader-kader Karang Taruna, yang basisnya ada di desa, merupakan modal sosial yang sangat berharga. Mereka adalah ujung tombak dalam memperkuat program-program yang bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat. "Jadi Mas Budi sudah punya rancangan ke depan bagaimana menggerakkan anak-anak muda ini tidak hanya sekedar aktif, tapi mereka juga menggerakkan ekonomi lewat usaha-usaha yang diinisiasi oleh kader-kader Karang Taruna, tentu ini sangat membantu kami," ujarnya.

Di sisi lain, dari panggung yang sama, Budisatrio Djiwandono menyampaikan amanahnya. Sang Ketua Umum yang baru itu mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bersatu dan berkolaborasi.

"Menitipkan kepada teman-teman yang barusan dilantik, untuk merapatkan barisan, untuk bahu-membahu, berkolaborasi, menjadi mitra untuk membantu pemerintah pada khususnya dalam menyelanggarakan intervensi kepada mereka yang sangat membutuhkan pertolongan," kata Budisatrio.

Tak hanya berhenti di situ, visinya adalah membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemberdayaan sosial, terutama bagi masyarakat di pelosok desa di seluruh Indonesia.

Usai acara pengukuhan, kegiatan tidak lantas berhenti. Agenda dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional atau Rakernas yang melibatkan pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota. Tujuannya jelas: menyelaraskan program dari pusat hingga ke daerah, memastikan tidak ada yang tertinggal.

Acara ini pun dihadiri oleh deretan tokoh penting. Tampak hadir Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Beberapa menteri kabinet juga hadir, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri PANRB Rini Widyantini, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Tak ketinggalan, sejumlah wakil menteri dari berbagai kementerian turut memadati ruangan. Gubernur Banten Andra Soni dan Wali Kota Tangerang Sachrudin juga hadir, bersama dengan para pejabat tinggi madya dari kementerian dan lembaga negara. Suasana terasa lengkap, mencerminkan dukungan yang luas bagi gerakan kepemudaan ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar