Dia bahkan menegaskan, "Saya pikir dia akan mengejutkan beberapa orang konservatif, sebenarnya, dan beberapa orang yang sangat liberal."
Di sisi lain, Mamdani juga memberikan tanggapan positif. Dia mengapresiasi pertemuan tersebut.
"Saya menghargai pertemuan dengan presiden," kata Mamdani. "Seperti yang beliau katakan, ini adalah pertemuan yang produktif yang berfokus pada tempat yang sama-sama dikagumi dan dicintai, Kota New York."
Dia lantas menekankan pentingnya akses hidup yang terjangkau bagi warganya. Percakapan mereka berdua ternyata cukup mendalam, membahas banyak hal yang jadi concern utama masyarakat New York.
"Kami berbicara tentang sewa, kami berbicara tentang kebutuhan pokok, kami berbicara tentang utilitas. Kami berbicara tentang berbagai cara orang-orang tergusur," jelas Mamdani, menyebutkan isu-isu yang jadi poros kampanyenya.
Ditutupnya dengan harapan, "Saya menghargai waktu yang telah dihabiskan bersama Presiden, saya menghargai percakapan yang telah berlangsung, dan saya berharap dapat bekerja sama untuk mewujudkan keterjangkauan tersebut bagi warga New York."
Artikel Terkait
Imigrasi Cianjur Deportasi WN Arab Saudi karena Penyalahgunaan Izin Tinggal Investor
Prabowo Sampaikan Keprihatinan Indonesia atas Gaza dan Tepi Barat dalam Pertemuan dengan Raja Yordania
Trump Klaim AS Terima 80 Juta Barel Minyak dari Venezuela Pascaintervensi Militer
Kapolri Tegaskan Media Mitra Strategis, Minta Jajaran Responsif Terhadap Pemberitaan