Kolaborasi Astra di Bandung Wujudkan Kampung Inspirasi dari Polybag hingga Wisata

- Jumat, 21 November 2025 | 21:50 WIB
Kolaborasi Astra di Bandung Wujudkan Kampung Inspirasi dari Polybag hingga Wisata
Workshop Lingkungan Astra 2025: Kolaborasi Nyata di Bandung

Workshop Lingkungan Astra 2025: Kolaborasi Nyata di Bandung

Udara di Kampung Berseri Astra (KBA) Cidadap, Bandung, terasa berbeda akhir pekan lalu. Astra kembali menggelar Workshop Lingkungan tahunannya di sana. Acara ini bukan sekadar formalitas. Peserta dari beragam latar belakang terlibat langsung dalam serangkaian aktivitas mulai dari menyimak paparan tentang KBA, praktik menanam di polybag, hingga belajar membuat pupuk bokashi. Semuanya serba hands-on.

Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra, hadir dan menyampaikan optimisme yang besar. Menurutnya, KBA Cidadap adalah bukti nyata bahwa kolaborasi jangka panjang memang bisa membawa perubahan.

"Kampung Berseri Astra Cidadap menunjukkan bagaimana kolaborasi jangka panjang dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Workshop Lingkungan Astra 2025 kami selenggarakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam merawat lingkungan sekaligus memperluas dampak positif ke lebih banyak komunitas. Inisiatif ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa," ujarnya pada Jumat (21/11/2025).

Regina Panontongan, Head of Internal Communications Astra, kemudian menjelaskan bahwa workshop semacam ini sudah jadi agenda rutin sejak 2016. Tujuannya sederhana: mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat. "Kami menganggap ini adalah kegiatan yang penting," katanya. Ia ingin mengajak jurnalis, kreator konten, dan rekanan dari grup Astra untuk bersama-sama berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Namun begitu, setelah belasan tahun berjalan, tentu harus ada sesuatu yang segar. Regina mengakui, inovasi terus dilakukan oleh tim pelaksana. "Kalau sudah 16 tahun berarti harus ada selalu yang berbeda. Pasti ada inovasi-inovasi baru," imbuhnya. Konsepnya terus berkembang, begitu pula pendekatannya.

Lebih jauh, ia membeberkan bahwa fokus tahun ini adalah memperkuat sinergi berbasis komunitas. Caranya? Dengan menjembatani kolaborasi antara para penerima apresiasi Satu Indonesia Awards dengan program kontribusi sosial berkelanjutan Astra lainnya. Harapannya, dampak positifnya bisa meluas.

Regina juga menegaskan bahwa kontribusi sosial Astra sudah berjalan lama melalui empat pilar utama: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. "Implementasinya banyak," jelasnya. Program-program seperti Satu Indonesia Awards, Desa Sejahtera Astra (DSA), dan tentu saja Kampung Berseri Astra (KBA) adalah perwujudannya. Tokoh-tokoh masyarakat yang terlibat dalam program ini kini sudah membentuk komunitas besar yang tersebar di mana-mana.

"Nah dalam pembinaan berkelanjutan tersebut tentunya tokoh-tokoh yang berperan dalam program kumpulan Astra. Ini semuanya sekarang sudah tergabung dalam sebuah komunitas yaitu adalah komunitas Astra dan sudah berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 desa dan juga kampung yang ada di 39 provinsi di seluruh Indonesia," sambung Regina.

Di sisi lain, apresiasi juga datang dari pemerintah setempat. Karom, Kepala Desa Padalarang, menyambut baik penyelenggaraan workshop ini. Menurutnya, program-program yang dijalankan KBA telah menjadi sumber inspirasi bagi warganya, terutama dalam hal ketahanan pangan. "Di saat-saat ini itu kan pemerintah sedang menginstruksikan untuk program ketahanan. Menurutnya pangan ini juga hampir sama. Jadi bahkan kami selaku warga masyarakat banyak meniru, banyak mencontoh ke KBA yang ada," ujarnya.

Banyak warga, tambah Karom, memanfaatkan ilmu dari KBA untuk mendorong swasembada pangan di wilayahnya. "Karena sering melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam rangka swasembada pangan. Insyaallah tahun 2026 kami akan secara langsung berhadapan dengan KBA," tambahnya penuh harap.

Tak cuma soal pangan, potensi wisata juga berkembang pesat. Karom menjelaskan bahwa pengelolaan wisata kini tidak lagi terpusat di satu kampung, tapi sudah merambah ke seluruh Desa Padalarang. "Ada potensi wisata, ada dua, bahkan ini maunya wisata untuk seluruh desa padalarang, bukan satu kampung hanya Cidadap saja. Pihaknya bersama-sama dengan KBA sudah bisa mengembangkan wisata," tuturnya.

Dan hasilnya? Cukup mencengangkan. Menurut informasi yang beredar di antara para pengelola, jumlah kunjungan wisatawan terus melonjak. "Perkembangannya menurut informasi dari para pengelola bahwa setiap hari Sabtu, hari Minggu itu kedatangan pengunjung itu sampai 500 orang, hari Sabtu," katanya.

Pada akhirnya, semangat kolaborasi seperti yang terlihat di KBA Cidadap ini bukanlah hal yang berdiri sendiri. Ini selaras dengan cita-cita besar Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan tentu saja, mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Sebuah langkah kecil yang dampaknya berusaha diperbesar, satu workshop pada satu waktu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar