Gencatan Senjata Gaza Jadi Jendela Vaksinasi untuk 40.000 Anak

- Kamis, 20 November 2025 | 12:30 WIB
Gencatan Senjata Gaza Jadi Jendela Vaksinasi untuk 40.000 Anak
Artikel Gaza

Lebih dari 40.000 anak di Gaza akan segera mendapat vaksinasi. Rencana ambisius dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini ingin memanfaatkan momen gencatan senjata yang sedang berlaku. Targetnya jelas: melindungi anak-anak dari ancaman berbagai penyakit menular.

Fase awal kampanye ini ternyata sudah berjalan. Menariknya, dalam delapan hari pertama sejak diluncurkan pada 9 November, WHO bersama para mitranya berhasil memvaksinasi lebih dari 10.000 anak yang usianya di bawah tiga tahun. Sebuah langkah awal yang cukup menggembirakan.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui pernyataannya mengonfirmasi bahwa fase pertama ini bahkan diperpanjang hingga Sabtu mendatang. Ia punya harapan besar. Vaksinasi ini diharapkan bisa menjadi perisai bagi anak-anak Gaza dari serangan campak, gondongan, rubela, hingga penyakit berbahaya seperti difteri, polio, dan pneumonia. Daftar penyakitnya panjang sekali.

Di sisi lain, rencana ini tidak berhenti sampai di sini. Fase kedua dan ketiga sudah menunggu. Dijadwalkan untuk berlangsung pada bulan Desember dan Januari mendatang, kampanye ini merupakan hasil kolaborasi antara WHO, UNICEF, UNRWA, serta kementerian kesehatan di Gaza yang dikelola oleh Hamas.

Tedros juga menyuarakan harapannya yang lain. Ia merasa terdorong untuk memastikan gencatan senjata ini terus berlanjut. Kenapa? Karena hanya dengan kondisi tenanglah, WHO dan para mitra bisa menggenjot layanan kesehatan penting di seluruh penjuru Gaza. Selain itu, upaya untuk mengisi ulang stok peralatan dan membenahi sistem kesehatan yang nyaris hancur juga bisa lebih intensif dilakukan.

Latar belakang dari gencatan senjata ini sendiri patut dicatat. Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB pada hari Senin lalu memberikan dukungannya terhadap rencana yang difasilitasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Rencana inilah yang akhirnya memuluskan tercapainya kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Sebuah perkembangan politik yang dampaknya langsung terasa bagi dunia kesehatan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar