"Gathering ini menjadi momentum bagi kita semua untuk merayakan kolaborasi dan semangat positif yang terbangun sepanjang festival. Kami berharap apresiasi ini tidak hanya menjadi penutup, tetapi juga pembuka untuk kemitraan yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang," tegas Andhika.
Antusiasme masyarakat tercermin dari jumlah peserta yang mencapai 2.350 orang dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar SMA/SMK, mahasiswa, asosiasi pariwisata, komunitas, dan media. Partisipasi massif ini menunjukkan tren positif minat masyarakat terhadap wisata urban yang menawarkan perspektif segar tentang Ibu Kota.
Lucky Wulandari, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, menambahkan bahwa kesuksesan festival tahun ini menjadi indikator kuat bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta yang berkelanjutan.
"Kami berharap Jakarta Walking Tour Festival dapat memberikan nilai tambah tidak hanya dari sisi wisatawan, namun juga bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Lucky.
Melalui tiga rangkaian utama - Mainland Tour, Island Tour, dan Outbound - peserta diajak mengeksplorasi berbagai sudut Jakarta sembari mempelajari sejarah, budaya, dan keunikan lokal yang selama ini mungkin terlewatkan. Pendekatan experiential learning ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran masyarakat akan kekayaan heritage Jakarta.
Keberhasilan festival ini diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan wisata jalan kaki di Jakarta, sekaligus memperkuat posisi Ibu Kota sebagai destinasi wisata urban yang kaya akan cerita dan pengalaman autentik.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penipuan Kripto yang Libatkan Nama Timothy Ronald
Dini Hari di Kebon Jeruk, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja
Polres Bogor Gelar Nobar Suporter Persib-Persija, Rivalitas Diredam di Layar
Drone Misterius di Perbatasan Korea Picu Adu Klaim dan Cacian