Menurut Jimly, organisasi yang hadir terdiri dari aktivis dan tokoh yang konsisten bergerak di isu HAM dan kemanusiaan. "Mereka adalah tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa, khususnya terkait percepatan reformasi Polri berdasarkan pengalaman lapangan," jelasnya.
Komisi menerima semua masukan namun meminta pendalaman lebih lanjut. "Kami meminta dalam satu bulan ke depan masukan tertulis mereka diperdalam lagi dengan menyertakan tawaran solusi, bukan hanya daftar masalah," tegas Jimly.
Jimly menegaskan komitmen Komisi untuk memberikan ruang bagi setiap organisasi. Dia berharap terbentuk sinergi positif antara Polri dan masyarakat sipil. "Kebijakan baru yang kami rumuskan harus benar-benar sesuai aspirasi masyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penipuan Kripto yang Libatkan Nama Timothy Ronald
Dini Hari di Kebon Jeruk, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja
Polres Bogor Gelar Nobar Suporter Persib-Persija, Rivalitas Diredam di Layar
Drone Misterius di Perbatasan Korea Picu Adu Klaim dan Cacian