Presiden juga menyoroti pentingnya melanjutkan semangat para tokoh pendiri bangsa yang telah menjadikan pendidikan, melalui pesantren, sekolah, dan Taman Siswa, sebagai fondasi perjuangan. Ia menilai bahwa pendidikan, terutama penguasaan ilmu pengetahuan dan sains, merupakan faktor penentu utama untuk dapat mengelola kekayaan alam negara secara optimal dan berkelanjutan.
Transformasi Pendidikan sebagai Program Prioritas Nasional
Prabowo menegaskan bahwa transformasi pendidikan telah ditetapkan sebagai program prioritas pemerintah yang akan terus didorong dan dipercepat. Berbagai fasilitas dan infrastruktur pembelajaran akan terus dikembangkan agar sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dapat meningkatkan mutunya dan mampu bersaing dengan institusi pendidikan dari negara-negara maju.
Meski melihat tanda-tanda awal potensi keberhasilan dari program yang diluncurkan, Presiden menekankan pentingnya untuk tidak cepat berpuas diri. "Kita tidak puas, kita jangan cepat puas," tandasnya, menyiratkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas program.
Peluncuran program digitalisasi pembelajaran ini diikuti secara daring oleh 1.337 sekolah yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Agenda ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, menuju Indonesia yang maju dan memiliki daya saing global.
Artikel Terkait
Badai Gaza: Hujan Deras Menguak Tragedi Kemanusiaan yang Semakin Parah
Prabowo Teken UU Penyesuaian Pidana, Hukum Kolonial Resmi Ditinggalkan
Longsor Tewaskan Empat Pekerja Proyek Lapangan Bola di Jatinangor
Kapolres Sragen Resmikan Jembatan Merah Putih, Langsung Uji Coba dengan Warga