Pemerintah Genjot Pengentasan Kemiskinan lewat Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) semakin gencar melaksanakan strategi pengentasan kemiskinan. Fokus utamanya adalah pada program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan bahan baku lokal yang tersedia di daerah.
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, baru-baru ini meninjau langsung Pelatihan Pemintalan Pelepah Pisang di Balai Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang. Pelatihan ini dikhususkan bagi kelompok masyarakat rentan dan digelar bekerja sama dengan pelaku usaha, Hangesti Handycraft.
Agus Jabo menegaskan bahwa tujuan dari pelatihan semacam ini adalah untuk menciptakan kemandirian ekonomi. "Masyarakat diajak untuk bisa mandiri dan tidak bergantung terus-menerus pada bantuan sosial dari pemerintah," ujarnya.
Dari Pelepah Pisang Menuju Pasar Ekspor
Pelatihan ini menghasilkan tali yang dipintal dari pelepah pisang. Tali ini kemudian menjadi bahan baku utama untuk membuat keranjang anyaman yang ramah lingkungan. Yang menarik, produk kerajinan ini telah berhasil menembus pasar internasional.
"Keranjang ramah lingkungan ini rencananya akan diekspor ke Amerika. Ekspor perdana sudah dilakukan dan kami akan terus mengembangkannya," jelas Agus Jabo lebih lanjut.
Selaras dengan Target Nasional Nol Persen Kemiskinan Ekstrem
Inisiatif pemberdayaan ini merupakan bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026. Selain itu, target kemiskinan nasional ditetapkan di bawah 5 persen pada 2029.
Kemensos juga menargetkan sebanyak 350 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mencapai status mandiri pada tahun 2026. Kemandirian ini dicapai ketika masyarakat sudah memiliki penghasilan tetap dan mampu keluar dari garis kemiskinan.
"Masyarakat yang berdaya adalah yang produktif, mandiri, dan punya penghasilan sendiri. Dengan begitu, mereka bisa menjadi keluarga yang sejahtera dan selalu tersenyum," tambah Agus Jabo.
Pemberdayaan Akan Diperluas ke Daerah Prioritas
Ke depan, Kemensos berencana memperluas model pemberdayaan serupa ke berbagai wilayah prioritas. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN).
Berdasarkan data tersebut, provinsi dengan penduduk kurang mampu terbanyak berada di Jawa Timur, diikuti Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Saat ini, Jawa Tengah menjadi lokasi percontohan dengan sasaran sembilan desa.
Pelatihan di Pemalang sendiri diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari penerima bantuan Sembako dan PKH. Mereka mendapatkan fasilitas produksi secara gratis dari Kemensos. Peserta yang dinilai mahir akan mendapatkan pelatihan lanjutan untuk pembuatan produk yang lebih kompleks.
Permintaan pasar untuk tali pelepah pisang juga sangat tinggi. Mitra usaha seperti Hangesti dan Murakabi membutuhkan pasokan hingga 3 ton bahkan 10 ton per hari. Hal ini membuktikan bahwa peluang usaha dari kerajinan pelepah pisang sangat besar dan menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
OSO Bela Pemberian Jet Pribadi ke Menag: Tak Ada Hubungan dengan Dinas
KPK Siapkan Jawaban atas Praperadilan Mantan Menag Yaqut
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta Koridor 13 Lukai 23 Penumpang
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka