Inisiatif pemberdayaan ini merupakan bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan. Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada tahun 2026. Selain itu, target kemiskinan nasional ditetapkan di bawah 5 persen pada 2029.
Kemensos juga menargetkan sebanyak 350 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mencapai status mandiri pada tahun 2026. Kemandirian ini dicapai ketika masyarakat sudah memiliki penghasilan tetap dan mampu keluar dari garis kemiskinan.
"Masyarakat yang berdaya adalah yang produktif, mandiri, dan punya penghasilan sendiri. Dengan begitu, mereka bisa menjadi keluarga yang sejahtera dan selalu tersenyum," tambah Agus Jabo.
Pemberdayaan Akan Diperluas ke Daerah Prioritas
Ke depan, Kemensos berencana memperluas model pemberdayaan serupa ke berbagai wilayah prioritas. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN).
Berdasarkan data tersebut, provinsi dengan penduduk kurang mampu terbanyak berada di Jawa Timur, diikuti Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Saat ini, Jawa Tengah menjadi lokasi percontohan dengan sasaran sembilan desa.
Pelatihan di Pemalang sendiri diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari penerima bantuan Sembako dan PKH. Mereka mendapatkan fasilitas produksi secara gratis dari Kemensos. Peserta yang dinilai mahir akan mendapatkan pelatihan lanjutan untuk pembuatan produk yang lebih kompleks.
Permintaan pasar untuk tali pelepah pisang juga sangat tinggi. Mitra usaha seperti Hangesti dan Murakabi membutuhkan pasokan hingga 3 ton bahkan 10 ton per hari. Hal ini membuktikan bahwa peluang usaha dari kerajinan pelepah pisang sangat besar dan menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Biaya Tambahan Haji Rp1,77 Triliun Tak Bebani APBN
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua
Yusril Tegaskan Kasus Siram Air Keras Bukan Tindakan Terorisme