Ledakan di Kantor Polisi Kashmir Tewaskan 9 Orang: Kronologi & Dampaknya

- Sabtu, 15 November 2025 | 14:05 WIB
Ledakan di Kantor Polisi Kashmir Tewaskan 9 Orang: Kronologi & Dampaknya
Ledakan di Kantor Polisi Kashmir: 9 Tewas dan Puluhan Luka-luka

Ledakan Bahan Peledak di Kantor Polisia Kashmir Tewaskan 9 Orang

Sebuah insiden ledakan hebat mengguncang sebuah kantor polisi di wilayah Kashmir yang dikelola India. Kejadian pada Jumat malam itu mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan setidaknya 31 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan tidak disengaja ini terjadi di kawasan Nowgam. Peristiwa tragis ini berlangsung tidak lama setelah insiden ledakan mobil yang menggemparkan New Delhi, ibu kota India, yang menelan korban jiwa sebanyak 12 orang.

Penyebab dan Kronologi Ledakan di Nowgam

Bahan peledak yang meledak merupakan barang sitaan yang sebelumnya ditemukan di Faridabad, yang terletak di negara bagian Haryana, India utara. Penemuan bahan peledak ini terjadi hanya beberapa jam sebelum ledakan dahsyat di Delhi.

Bahan peledak tersebut kemudian dikirim ke kantor polisi di Nowgam untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut yang dimulai sejak Kamis. Menurut pernyataan Nalin Prabhat, Direktur Jenderal Polisi wilayah setempat, prosedur penanganan bahan peledak telah dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi mengingat sifat materialnya yang tidak stabil dan sensitif.

"Namun, sangat disayangkan bahwa selama proses berlangsung pada Jumat malam sekitar pukul 23.20, terjadi ledakan yang tidak terduga," jelas Prabhat kepada para wartawan.

Dampak Ledakan dan Identitas Korban

Ledakan dahsyat tersebut tidak hanya menewaskan sembilan orang tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada bangunan kantor polisa. Bangunan-bangunan di sekitarnya juga ikut terdampak.

Korban jiwa dalam insiden ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk personel kepolisian, anggota tim forensik, dua orang fotografer, serta beberapa anggota pemerintah daerah. Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat dan menjadi perhatian serius dari pihak berwenang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar