Menjelang pergantian tahun, ancaman cuaca ekstrem menggantung di atas Ibu Kota. Tapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim sudah siap siaga. Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung, atau yang akrab disapa Pram, usai menyerahkan bantuan mobil pemadam kebakaran di Monas, Senin lalu.
“Jakarta di dalam menghadapi ini sudah siap,” tegas Pram.
Keyakinannya datang dari persiapan infrastruktur. Kata dia, ada sekitar 600 pompa tetap dan lebih dari 600 pompa stasioner yang siap dioperasikan. “Total ada 1.200 pompa. Sehingga pengalaman inilah yang kemudian, kemarin juga curah hujan tinggi, enggak sampai dua jam sudah kering. Pengalaman inilah yang nanti akan kami jalankan,” ujarnya lagi.
Selain mengandalkan pengalaman, Pemprov DKI juga sudah melakukan beberapa kali modifikasi cuaca. Tindakan ini diambil sebagai respons atas peringatan dini yang sudah diterima dari BMKG sekitar dua pekan sebelumnya.
“Info BMKG, kami sudah mendapatkan dari 15 hari lalu. Dan beberapa kali sebenarnya pemerintah Jakarta sudah mengadakan modifikasi cuaca,” jelas politikus PDIP itu.
Ia menambahkan, “Kalau dilihat dari apa yang disampaikan oleh BMKG, misalnya curah hujan tinggi, ternyata bisa kita turunkan.”
Peringatan yang Sudah Tersiar
Lalu, seperti apa peringatan dari BMKG itu? Sehari sebelumnya, melalui akun Instagram resminya, BMKG merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek. Periode waspada mereka tetapkan untuk tanggal 28 hingga 30 Desember 2025.
Dalam keterangannya, BMKG menulis bahwa sejumlah wilayah berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi. Ancaman itu berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, sampai pohon tumbang akibat cuaca yang ekstrem.
Rinciannya cukup lengkap. Untuk tanggal 29 Desember, status waspada hujan sedang-lebat dikenakan untuk Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok.
Keesokan harinya, tanggal 30 Desember, daftar wilayah waspada bertambah panjang. Jakarta Utara dan Barat masuk dalam daftar, bersama Kepulauan Seribu, tiga wilayah Tangerang (Kota, Selatan, dan Kabupaten), serta Bekasi dan Depok. Tak cuma hujan, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang bisa menerpa seluruh wilayah administratif DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Sedangkan untuk kondisi pada tanggal 31 Desember, masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan informasi terbaru dari BMKG.
Artikel Terkait
PSM Makassar Bidik Kemenangan Kandang Atas Dewa United
BI Solo Buka Penukaran Uang Baru untuk Ramadan 2026, Wajib Pesan via Aplikasi
Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Ligue 1 Prancis
Ongkos Politik Pilkada Membengkak, Ancam Kualitas Demokrasi