"Kalau saya tidak punya kepentingan, ya kenapa? Sudah. Ini seperti calon, perasaan saya memilih siapa, ya ini. Ini tidak memilih, persis seperti suasana pilkada. Kan menggunakan perasaan," ujarnya.
Menurut Benowo, acara jumenengan PB XIV Purbaya ini bukan sekadar ritual. Acara ini dimaknai sebagai bentuk syukuran dan sekaligus untuk mengukuhkan posisi PB XIV Purbaya sebagai penerus tahta Keraton Solo yang sah.
"Ini mengadakan apa, kalau orang Jawa bilang, ya syukuran. Kebetulan acara ini berbarengan dengan menahbiskan dan menguatkan lagi posisi beliau, keponakan saya, yang jumeneng untuk menggantikan ayahandanya, yaitu Paku Buwono XIII," pungkas KGPH Benowo.
Keterangan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dinamika internal keluarga keraton dalam menyambut kepemimpinan raja baru. Kehadiran kedua paman tersebut menjadi simbol dukungan keluarga inti bagi PB XIV Purbaya meski diwarnai dengan absennya sejumlah kerabat dekat.
Artikel Terkait
MUI dan PGI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran
44.500 Penerima Bantuan Kesehatan Nasional Kembali Aktif Usai Pemutakhiran Data
Pelatih Persib Pilih Bungkam Soal Wasit Usai Imbang Lawan Persebaya
BMKG Waspadakan Bibit Siklon Tropis 90S, Picu Hujan Lebat hingga 8 Maret