Kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, semakin memperkuat posisi militer AS di kawasan. Kedatangan armada laut ini secara resmi diklaim bertujuan untuk mendukung operasi pemberantasan perdagangan obat-obatan terlarang.
Namun, pemerintah Venezuela menanggapi serius pengerahan militer ini dengan menyatakan kekhawatiran akan adanya agenda tersembunyi untuk menggulingkan pemerintahan yang berkuasa. Aktivitas militer AS yang juga meliputi pengiriman pesawat tempur siluman F-35 ke Puerto Riko dan penempatan kapal-kapal Angkatan Laut di perairan Karibia dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara.
Laporan terbaru dari CBS News mengungkapkan bahwa pejabat militer senior AS telah menyampaikan berbagai opsi operasi militer terhadap Venezuela, termasuk kemungkinan serangan darat, kepada Presiden Trump. Informasi ini semakin menguatkan spekulasi mengenai rencana intervensi militer AS di Venezuela.
Artikel Terkait
Sidang Maraton 12 Jam, 9 Eks Petinggi Pertamina dan Mitra Divonis 9-15 Tahun Penjara
Prabowo dan Presiden UEA Bahas Peningkatan Investasi dalam Pertemuan Bilateral
Pengadilan Vonis 15 Tahun Penjara untuk Anak Riza Chalid atas Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun
Pemerintah AS Ajukan Permintaan ke Mahkamah Agung untuk Cabut Status Perlindungan Warga Suriah