Nasib Pilu Budi Arie: Dihajar Pendukung Jokowi dan Ditolak Kader Gerindra

- Kamis, 13 November 2025 | 09:40 WIB
Nasib Pilu Budi Arie: Dihajar Pendukung Jokowi dan Ditolak Kader Gerindra

Nasib Budi Arie Setiadi Dihajar Pendukung Jokowi dan Ditolak Kader Gerindra

Budi Arie Setiadi, mantan ketua Projo, kini menghadapi situasi sulit. Ia tidak hanya mendapat kritik pedas dari pendukung setia Joko Widodo (Jokowi), tetapi juga ditolak oleh kader Partai Gerindra di berbagai daerah.

Ade Armando, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga pendukung Jokowi, menilai langkah Budi Arie menghapus foto Jokowi dari logo Projo dan pernyataannya bahwa Projo tak lagi terkait Jokowi sebagai bentuk "pernyataan perang" terhadap mantan presiden tersebut.

Pendukung Jokowi lainnya, Sudarsono dari Pemalang, menyatakan bahwa perpecahan di tubuh relawan Jokowi terjadi antara pendukung yang setia dan mereka yang dianggap membawa misi pribadi.

Manuver Politik Projo dan Dampaknya

Langkah politik Budi Arie dan Projo yang mendekati Gerindra dinilai merugikan PSI. Partai ini berharap semua organ relawan Jokowi akan mendukungnya, mengingat Jokowi disebut hanya akan membesarkan PSI.

Namun, kunjungan Projo ke kediaman Jokowi sebelum kongres menimbulkan spekulasi bahwa manuver ini mungkin diketahui bahkan diarahkan oleh Jokowi sendiri. Hal ini mengindikasikan adanya strategi politik yang lebih kompleks.

Analisis Strategi Politik Jokowi

Jokowi dikenal sebagai politisi yang cerdik dalam mengolah situasi politik. Pengalaman Pilpres sebelumnya menunjukkan ia kerap memberikan pesan berbeda kepada berbagai pihak, menyesuaikan dengan kecenderungan lawan bicaranya.

Dalam konteks ini, mungkin saja pesan yang diberikan kepada Budi Arie berbeda dengan yang diberikan kepada pendukung lain seperti Ade Armando. Konflik yang muncul bisa jadi bagian dari skenario politik yang lebih besar.

Respons Internal Gerindra dan Masa Depan Projo

Penolakan kader Gerindra terhadap rencana bergabungnya Budi Arie menunjukkan tantangan yang dihadapi. Penolakan ini bisa terjadi secara alami atau digerakkan oleh elite partai.

Alasan Budi Arie menghapus foto Jokowi dari logo Projo - karena presiden sekarang adalah Prabowo Subianto - secara logis sulit dibantah. Namun, langkah ini justru membuat jejak Jokowi semakin terlihat dalam manuver politik tersebut.

Eksperimen Politik dan Implikasinya

Manuver Budi Arie dan Projo bisa dilihat sebagai eksperimen politik Jokowi untuk menguji respons publik, termasuk dari internal Gerindra dan Presiden Prabowo sendiri.

Keterlambatan dan skala respons pendukung Jokowi terhadap langkah Projo, serta sikap diam Presiden Prabowo, mengindikasikan bahwa permainan politik ini masih berlangsung dengan akhir yang belum pasti.

Dengan berbagai perkembangan terkini, masa depan politik Budi Arie Setiadi dan organisasi Projo masih menjadi tanda tanya besar dalam peta politik Indonesia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar