Netta Indian, Wakil Bupati Banyuasin, Diapresiasi PMII Sumsel Atas Kepemimpinan dan Kinerja Nyata
Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, kembali mendapatkan sorotan positif. Kali ini, apresiasi datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Selatan. Mereka menilai Netta sebagai sosok pemimpin muda yang memiliki visi sosial yang kuat dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat Banyuasin.
Kinerja Nyata Wakil Bupati Banyuasin dalam 8 Bulan
Ketua PKC PMII Sumsel, Syaidina Ali, mengungkapkan bahwa dalam waktu delapan bulan sejak dilantik, Netta Indian telah menunjukkan kinerja nyata di berbagai sektor. Fokus utamanya terletak pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan masyarakat.
“Dalam kurun waktu delapan bulan menjabat, Ibu Netta Indian telah memperlihatkan kinerja yang patut diapresiasi. Salah satunya dalam penanganan stunting, di mana Banyuasin berhasil meraih penghargaan nasional sebagai Kabupaten Terbaik dalam Percepatan Penurunan Stunting pada ajang Pentaloka Nasional dan ADINKES Award 2025,” ujar Syaidina.
Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari level paling dasar. "Keberhasilan itu menunjukkan arah kepemimpinan yang berorientasi pada manusia, bukan hanya infrastruktur," tambahnya.
Komitmen Netta Indian dalam Pencegahan Narkoba di Kalangan Pelajar
Selain di bidang kesehatan, PMII Sumsel juga mengapresiasi langkah proaktif Netta Indian dalam mengkampanyekan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) di kalangan pelajar dan remaja. Program edukatif ini dinilai sebagai upaya strategis untuk membentengi generasi muda Banyuasin dari ancaman narkotika.
“Langkah Ibu Netta mengedukasi anak-anak sekolah tentang bahaya narkoba menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi Banyuasin. Pemimpin seperti ini yang kita butuhkan dekat dengan rakyat, tapi punya pandangan jauh ke depan,” kata Ali.
Gaya Kepemimpinan Responsif dan Dekat dengan Masyarakat
Lebih jauh, Syaidina menilai Netta Indian sebagai figur pejabat publik yang responsif dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat. “Beliau tidak segan turun langsung ke lapangan. Kalau ada persoalan warga, beliau tanggapi cepat. Gaya kepemimpinan seperti ini membuat masyarakat merasa didengar,” ujarnya.
Apresiasi dari organisasi mahasiswa seperti PMII ini menegaskan bahwa kiprah seorang pemimpin daerah dinilai tidak hanya dari kebijakan formal, tetapi juga dari kedekatan dan empatinya terhadap masyarakat. Di Banyuasin, nama Netta Indian semakin menonjol sebagai representasi pemimpin perempuan muda Sumsel yang aktif di birokrasi sekaligus terlibat langsung dalam pembangunan sosial di akar rumput.
Artikel Terkait
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan
BEM SI Tinjau Langsung Gudang Bulog, Stok Beras Nasional Capai Rekor 5,2 Juta Ton
Presiden Prabowo Terima Laporan Reformasi Polri, Instruksikan Perubahan Bertahap hingga 2029