Makna Guru Sejati Menurut Menteri Agama: Bukan Sekadar Pengajar, Tapi Penyalur Cahaya Jiwa
Menteri Agama menyampaikan pandangan filosofis yang mendalam tentang hakikat dan keteladanan seorang guru. Dalam pemaparannya, guru digambarkan bukan hanya sebagai pemberi ilmu, namun sebagai pembawa cahaya yang menerangi jiwa manusia.
“Peran guru tidak berhenti pada mengisi pikiran, tetapi mencakup menumbuhkan kesadaran serta meluruskan cara berpikir,” ujarnya dalam acara pembukaan Kick Off Hari Guru Nasional 2025 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon.
Beliau lebih lanjut menjelaskan posisi strategis guru dalam perspektif Islam. “Guru merupakan warasatul anbiya, yaitu penerus warisan para nabi yang bertugas melanjutkan penyebaran cahaya ilmu dan nilai-nilai kehidupan,” tambahnya.
Pentingnya Integrasi Ilmu dan Iman dalam Pendidikan
Pentingnya menyatukan aspek ilmu pengetahuan dan keimanan dalam sistem pendidikan juga menjadi penekanan utama. Pendidikan yang hanya berfokus pada kemampuan kognitif tanpa diimbangi fondasi spiritual dinilai akan kehilangan arah dan nilai moral.
“Lembaga pendidikan seperti madrasah harus bertransformasi menjadi pusat pencerahan. Tempat di mana lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman dan berakhlak mulia. Sekolah dan madrasah memiliki tujuan serupa, namun madrasah menambahkan dimensi spiritual dan hikmah,” tegasnya.
Kenangan dan Keteladanan dari Seorang Ayah
Dalam kesempatan yang penuh khidmat tersebut, Menteri Agama juga berbagi kenangan mendalam tentang sosok ayahnya yang berprofesi sebagai guru sekolah rakyat. Dengan penuh penghayatan, diceritakan keteguhan hati sang ayah dalam menjalankan tugas mengajar meski dalam kondisi serba terbatas.
“Seorang guru sejati tidak hanya memindahkan pengetahuan, tetapi mentransformasikan kesadaran dan mengajarkan keikhlasan. Inilah bentuk keteladanan yang harus kita jaga dan hidupkan,” ungkapnya.
Komitmen Pemerintah untuk Dunia Pendidikan dan Guru
Melalui peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan sebagai instrumen memanusiakan manusia dan mencerdaskan bangsa.
“Negara yang maju dibangun dari para pendidik yang mencintai anak didiknya dengan ketulusan. Mari kita terus kobarkan semangat untuk menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan setiap sekolah dan madrasah sebagai rumah peradaban,” pesan Menteri Agama mengakhiri sambutannya.
Dirjen Pendidikan Islam turut menambahkan bahwa peringatan tahun ini mengusung semangat “Teachers Day for All” atau Hari Guru untuk Semua.
“Hari Guru kali ini bukan hanya milik guru madrasah, melainkan milik seluruh guru di Indonesia, tanpa memandang latar belakang agama maupun lembaga. Setiap guru memegang peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelasnya.
Dukungan nyata pemerintah terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru juga diwujudkan dengan bertambahnya kuota guru. Tahun ini, kuota yang disediakan mencapai 95.000, yang mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Peningkatan kuota ini merupakan bukti konkret perhatian pemerintah, didukung oleh Komisi VIII DPR RI, terhadap profesionalisme dan kesejahteraan guru. Setelah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG), para guru berhak menerima tunjangan profesi sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka,” paparnya.
“Mendidik dengan kasih sayang adalah kunci membangun peradaban yang unggul. Inilah esensi dari tema kita tahun ini, Merawat Semesta dengan Cinta,” tandasnya.
Pemerintah Kota Cirebon, yang diwakili oleh Asisten Kepemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai tuan rumah acara pembuka Hari Guru Nasional 2025. Kehadiran Menteri Agama disebut sebagai suatu kehormatan bagi masyarakat Kota Wali.
“Kami merasa sangat terhormat dengan kehadiran Bapak Menteri Agama kembali di Kota Cirebon. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama serta UIN Syekh Nurjati dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan spiritualitas masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Jalur Trans Sulawesi, Tiga Orang Tewas Usai Truk dan Minibus Tabrakan di Luwu
Menteri Pertahanan: Perwira Tinggi TNI Dihukum Seumur Hidup karena Korupsi Alutsista
IAPIM Makassar Kecam Penyanderaan Kapal Kemanusiaan oleh Israel, Desak Pemerintah Selamatkan 7 WNI
Prabowo: Puluhan Ribu Kapal Asing Curi Kekayaan Laut Indonesia Setiap Malam