Reformasi Polri Dinilai Hanya Permainan Lama
Inti kritik Amien Rais adalah tuduhan bahwa reformasi Polri di bawah Prabowo hanyalah sandiwara. Ia menggunakan istilah "kosmetika" untuk menggambarkan bahwa yang terjadi hanyalah polesan permukaan tanpa menyentuh substansi kebobrokan yang ada.
Amien juga menyitir pepatah Inggris, "The players change, the game is still the same," yang berarti para pemain mungkin berganti, tetapi permainannya tetaplah sama. Menurutnya, ini menggambarkan situasi di tubuh Polri di mana perubahan hanya terjadi di tingkat personel, namun sistem dan kultur yang bermasalah tetap dipertahankan.
Pertanyaan tentang Ketegasan Prabowo dan Bayangan Kekuasaan Lama
Amien Rais lebih lanjut mempertanyakan ketegasan Presiden Prabowo. Ia menilai Prabowo bersikap terlalu lembut dan akomodatif terhadap keinginan duet Kapolri Listyo Sigit dan Tito Karnavian. Bahkan, Amien menyebut bahwa Prabowo tampaknya belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang kekuasaan pemerintahan sebelumnya yang seharusnya sudah tidak berpengaruh.
Dengan mengutip pepatah Jawa "mikul dhuwur mendem jero", Amien menyampaikan bahwa terhadap penipu ulung, tidak perlu dijunjung tinggi, melainkan harus "dikubur dalam-dalam". Pernyataan penutupnya bernada sarkastis, mengisyaratkan keraguan akan keberanian Prabowo untuk melakukan pembersihan yang sesungguhnya di tubuh Polri.
Kritik tajam dari politisi senior ini menyiratkan pesimisme yang dalam terhadap prospek reformasi Polri, yang menurutnya telah menunjukkan tanda-tanda kegagalan sejak awal di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026 Usai Ditaklukkan Bosnia Lewat Adu Penalti
Turki Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kosovo
Mahfud MD Sebut Penyiraman Aktivis Andrie Yunus sebagai Operasi Intelijen
Republik Ceko Lolos ke Piala Dunia Usai Kalahkan Denmark Lewat Adu Penalti