Alasan utama diberikannya izin pembelajaran tatap muka ini adalah karena proses penyelidikan oleh kepolisian telah selesai. Seluruh data dan barang bukti terkait peristiwa ledakan telah diambil dan ditangani oleh Polri, sehingga kondisi sekolah dinilai sudah aman untuk kembali beraktivitas.
Sebagai informasi, pasca ledakan yang terjadi pada hari Jumat, aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 72 sempat dialihkan sepenuhnya ke sistem daring. Saat itu, sekolah terlihat lengang sementara beberapa fasilitas yang rusak diperbaiki. Staf dan guru tetap hadir untuk memantau situasi serta mengkoordinasi sistem pembelajaran jarak jauh.
Selain perbaikan fasilitas, upaya penanganan trauma juga dilakukan. Petugas psikologi dari kepolisian bersama relawan psikososial dikerahkan untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada siswa yang terdampak secara psikologis.
Dengan demikian, meskipun opsi pembelajaran tatap muka sudah dibuka, sekolah tetap memberikan fleksibilitas dengan mempertahankan sistem daring bagi siswa yang membutuhkan. Keputusan akhir diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan orang tua siswa.
Artikel Terkait
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad