Alasan utama diberikannya izin pembelajaran tatap muka ini adalah karena proses penyelidikan oleh kepolisian telah selesai. Seluruh data dan barang bukti terkait peristiwa ledakan telah diambil dan ditangani oleh Polri, sehingga kondisi sekolah dinilai sudah aman untuk kembali beraktivitas.
Sebagai informasi, pasca ledakan yang terjadi pada hari Jumat, aktivitas belajar mengajar di SMA Negeri 72 sempat dialihkan sepenuhnya ke sistem daring. Saat itu, sekolah terlihat lengang sementara beberapa fasilitas yang rusak diperbaiki. Staf dan guru tetap hadir untuk memantau situasi serta mengkoordinasi sistem pembelajaran jarak jauh.
Selain perbaikan fasilitas, upaya penanganan trauma juga dilakukan. Petugas psikologi dari kepolisian bersama relawan psikososial dikerahkan untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada siswa yang terdampak secara psikologis.
Dengan demikian, meskipun opsi pembelajaran tatap muka sudah dibuka, sekolah tetap memberikan fleksibilitas dengan mempertahankan sistem daring bagi siswa yang membutuhkan. Keputusan akhir diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan orang tua siswa.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Pencak Silat Sebagai Cermin Jati Diri dan Ilmu Kesatria
Tim SAR Kerahkan Drone Thermal Cari Remaja 14 Tahun yang Hilang di Hutan Mamuju
Arsenal Tersungkur di Kandang Sendiri, Bournemouth Menang 2-1
Ayah di Cianjur Ditahan Diduga Cabuli Anak Kandung Usia 10 Tahun