"Negara hadir memastikan pendidikan menjadi alat mobilitas sosial, bukan hak istimewa bagi segelintir orang saja," tegas Wamenag.
Dorongan untuk Sinergi Riset dan Digitalisasi
Wamenag mendorong perguruan tinggi Islam untuk memperkuat sinergi riset, digitalisasi pembelajaran, dan kolaborasi lintas negara. Ia menilai kemandirian bangsa berawal dari kemandirian kampus.
Romo Syafi'i memberikan apresiasi kepada UIKA Bogor yang dinilai telah berada di jalur tepat melalui pengembangan riset, publikasi, dan internasionalisasi.
Peresmian Gedung Rektorat UIKA Bogor
Pada kesempatan yang sama, Wamenag meresmikan Gedung Rektorat UIKA Bogor. Peresmian ini menjadi simbol komitmen kampus dalam mencetak generasi yang cerdas intelektual, mandiri secara spiritual, dan kuat dalam kehidupan sosial.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. Endin Mujahidin, menyatakan kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pendidikan kampus yang menempatkan ilmu dan adab sebagai dua pilar utama.
Ketua Yayasan UIKA, Didi Hilman, menambahkan bahwa kehadiran Wamenag di Hari Pahlawan menjadi keberkahan tersendiri bagi kampus. Ia berharap UIKA dapat melahirkan pahlawan-pahlawan masa depan bagi bangsa.
Artikel Terkait
DPR Klaim Pasal Penghinaan di KUHP Bukan untuk Membungkam Kritik
Guru Temukan Kamera Tersembunyi di Toilet Wanita Pantai Seruni, Pelaku Petani Rumput Laut Ditangkap
Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Segera Temui Putin untuk Perkuat Kerja Sama Bilateral
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut