Hingga kuartal ketiga tahun 2025, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan angka penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,77 triliun, atau turun sekitar 4,7 persen.
Meski begitu, ada kabar baik dari sisi pengakuan penjualan. Di kuartal yang sama, angka ini justru naik tipis menjadi Rp1,65 triliun, tumbuh 1,2 persen dari posisi sebelumnya di Rp1,63 triliun.
Namun begitu, pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal justru mengalami penurunan. Sektor ini hanya menyumbang Rp988,8 miliar, turun 13,3 persen dari sebelumnya yang mencapai Rp1,14 triliun. Sementara itu, laba komprehensif perusahaan tercatat di angka Rp28,21 miliar.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa koreksi kinerja tahun ini tak lepas dari penjualan hotel Pullman Ciawi Vimala Hills di akhir 2024.
"Tapi jangan salah, penjualan aset bernilai tinggi itu justru memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Utamanya dalam percepatan pelunasan utang,"
katanya melalui keterangan resmi yang dirilis Rabu (26/11/2025).
Dampaknya langsung terasa. Beban bunga APLN di kuartal III-2025 anjlok hampir 38 persen, menjadi Rp311,37 miliar. Bandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang masih mencapai Rp502,55 miliar.
Di sisi lain, perusahaan mengaku terus menjalankan strategi yang adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini. Berbagai langkah diambil agar penjualan properti tetap bisa tumbuh di tengah ekonomi yang lesu dan daya beli masyarakat yang cenderung melemah.
“Meski pasar properti nasional sedang tertekan, kinerja APLN tetap solid. Minat konsumen terhadap produk hunian kami masih terjaga. Bisnis mall dan hotel juga terus memberikan kontribusi pendapatan berulang yang positif,”
tandas Justini.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
28 Saham Mid-Big Cap Catat PBV di Bawah 1, Sinyal Value Investing?
Direktur MSIN Buka Suara Soal Volatilitas Saham dan Rencana Secondary Listing
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Potensi dan Risiko Waran Terstruktur
Grup Bakrie Pacu Restrukturisasi Modal Lewat Rights Issue dan Private Placement