Kepala Hamas: Gaza Suara Hati Nurani Bangsa Palestina
Khalil al-Hayya, Kepala Biro Politik Hamas di Gaza, menegaskan Gaza merupakan suara dan hati nurani bangsa Palestina dalam melawan agresi dan ketidakadilan. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Nasional Arab pada Jumat (7/11).
Hak Rakyat Palestina Tidak Dapat Dihapus
Al-Hayya menekankan rakyat Palestina tidak akan menerima pemusnahan atau melepaskan hak-hak sah mereka. Perjuangan akan terus berlanjut hingga mencapai kebebasan dan kemerdekaan penuh.
Seruan Kepada Negara Arab dan Islam
Pemimpin Hamas itu menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk berdiri bersama Gaza melawan upaya penghancuran perjuangan Palestina. "Gaza menyerukan melanjutkan jalan bersama menuju pencapaian tujuan nasional yang sah," tegasnya.
Keteguhan Rakyat Gaza di Tengah Penderitaan
Al-Hayya menggambarkan keteguhan rakyat Gaza yang bertahan hidup di tengah reruntuhan rumah dengan kondisi kekurangan tempat berlindung, air, dan obat-obatan. Menurutnya, Gaza tetap besar melalui keteguhan dan perlawanannya.
Operasi Badai Al-Aqsa sebagai Titik Balik
Operasi Tuhfanul Aqsa atau Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober dinilai sebagai titik balik penting dalam perjuangan Palestina. Peristiwa ini disebut telah menghapus narasi palsu dan mengembalikan narasi sejati yang membangkitkan kesadaran dunia.
Syarat Perdamaian di Timur Tengah
Al-Hayya menegaskan perdamaian dan stabilitas di kawasan tidak akan tercapai tanpa pembentukan negara Palestina merdeka, pemulangan pengungsi, dan pengakuan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.
Ia menutup dengan keyakinan bahwa pendudukan Israel ditakdirkan berakhir, sementara Gaza dan seluruh Palestina akan tetap menjadi simbol keteguhan hingga kebebasan penuh tercapai.
Artikel Terkait
Muhammadiyah Luncurkan Gerakan Green Ramadan 1447 H, Integrasikan Teologi dan Teknologi
Premier League 2026: Pemain Muslim Klub-Klub Top Jalani Ramadan Sambil Bertanding
Ragam Pilihan Ngabuburit di Makassar, dari Pantai hingga Kuliner Tradisional
BMKG Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Sidang Isbat Tunggu Hasil Rukyat