Revitalisasi Karang Taruna & Pramuka: Strategi Prabowo Perkuat Generasi Muda

- Minggu, 09 November 2025 | 20:00 WIB
Revitalisasi Karang Taruna & Pramuka: Strategi Prabowo Perkuat Generasi Muda

Presiden Prabowo Canangkan Revitalisasi Karang Taruna dan Pramuka

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan kembali organisasi kepemudaan Karang Taruna dan gerakan Pramuka di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.

Koordinasi di Hari Libur

Pernyataan ini disampaikan usai rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadi Prabowo di Jakarta Selatan, meskipun pertemuan berlangsung pada hari Minggu. Prasetyo menekankan bahwa Presiden tetap aktif berkoordinasi dengan jajarannya meski di luar jam kerja normal.

Fokus pada Pembinaan Generasi Muda

Dalam rapat tersebut, Prabowo menyoroti pentingnya revitalisasi Karang Taruna dan Pramuka sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan semangat kebersamaan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Laporan Kondisi Pertahanan Nasional

Selain isu kepemudaan, rapat juga membahas perkembangan terkini pertahanan negara. Prabowo menerima laporan langsung dari Menteri Pertahanan dan pimpinan TNI mengenai situasi keamanan nasional, termasuk hasil kunjungan kerja di Morowali.

Apresiasi Penanganan Kasus SMAN 72

Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja aparat keamanan dalam menangani kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kecepatan respons dan penanganan korban menjadi perhatian khusus dalam evaluasi ini.

Peringatan Dampak Game Online

Prabowo juga menyampaikan kekhawatiran mengenai pengaruh negatif game online terhadap generasi muda. Beliau menekankan pentingnya langkah pencegahan dan pembatasan untuk melindungi masa depan anak bangsa dari konten-konten berbahaya.

Kebijakan revitalisasi organisasi kepemudaan ini diharapkan dapat menjadi alternatif positif bagi generasi muda Indonesia di tengah perkembangan teknologi digital.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar