"Tetapi nanti akan dilihat selanjutnya karena anak-anak mendapatkan pendampingan psikososial dulu. Itu yang terpenting," tegas Diyah.
Proses evaluasi rencananya akan dilakukan tiga hari setelah pendampingan psikososial berjalan. "Kemudian dievaluasi tiga hari kemudian, dan selanjutnya mungkin dipersiapkan untuk pembelajaran offline," tambahnya.
Kebijakan ini diambil menyusul insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara pada hari Jumat. Kejadian tersebut menyebabkan puluhan siswa mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran.
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan senjata mainan yang bertuliskan simbol dan nama yang diduga terkait paham Neo-Nazi dan terorisme. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan asal mula bahan peledak yang digunakan dalam peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta tersebut.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Bone Lepas Kontingen MTQ, Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi
Waspada Cuaca Berubah-ubah, Makassar Berpotensi Hujan Siang hingga Malam
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi OTT
KPK Periksa Belasan Pejabat Tulungagung Usai OTT Bupati