Politik Titipan Prabowo-Jokowi: Warisan IKN, Whoosh, hingga Gibranisme yang Masih Berlanjut

- Sabtu, 08 November 2025 | 12:25 WIB
Politik Titipan Prabowo-Jokowi: Warisan IKN, Whoosh, hingga Gibranisme yang Masih Berlanjut
Politik Titipan Duo Hopeng: Analisis Relasi Prabowo dan Jokowi

Politik Titipan Duo Hopeng: Prabowo dan Warisan Jokowi

Oleh: Lukas Luwarso

Pernyataan Presiden Prabowo bahwa "Pak Jokowi tidak pernah menitip apa-apa" justru memantik pertanyaan publik. Mengapa pernyataan ini disampaikan secara formal di acara peresmian pabrik petrokimia? Analisis ini mengupas tuntas relasi politik Prabowo-Jokowi dan warisan yang ditinggalkan.

Pernyataan Prabowo dan Tanda Tanya Publik

Pernyataan Prabowo tentang tidak adanya titipan dari Jokowi menimbulkan spekulasi. Persepsi publik tentang hubungan kedua tokoh ini tidak bisa dihapus hanya dengan penyangkalan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan dan kebijakan nyata.

Fakta Titipan Jokowi dalam Kabinet Prabowo

Faktanya, terdapat sejumlah posisi strategis yang dianggap sebagai titipan Jokowi. Mulai dari Kapolri, Panglima TNI, hingga belasan menteri dalam kabinet Prabowo. Berikut adalah warisan kebijakan dan proyek kontroversial era Jokowi yang terus berlanjut:

Kota Hantu IKN: Warisan Ambisius Jokowi

Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu warisan paling kontroversial. Awalnya dipasarkan sebagai kota masa depan dengan pendanaan investor asing, kini IKN justru dibiayai APBN. Dana hampir 100 triliun telah dihamburkan untuk membangun "theme park" IKN yang kini dijuluki kota hantu.

Politik Sprindik dan Bansos: Warisan Metode Kekuasaan

Jokowi mewariskan gaya politik oportunistik dengan memanfaatkan aparat negara dan program bansos. Pendekatan "stick and carrot" ini terus berlanjut di era Prabowo, dimana tongkat digunakan untuk menghukum yang kritis dan wortel untuk memberi imbalan loyalitas.

Nepotisme Gibranisme: Normalisasi Kekeluargaan dalam Politik

Meski pernah menyatakan anak-anaknya tidak suka politik, Jokowi justru membawa keluarga ke panggung politik. Gibran menjadi wakil presiden, Kaesang memimpin partai, dan menantu menjadi gubernur. Nepotisme yang dulu memicu reformasi 1998 kini dinormalisasi melalui putusan MK.

Kereta Whoosh: Proyek Prestisius yang Membebani

Kereta cepat Whoosh menjadi simbol proyek gemerlap Jokowi yang menyisakan beban utang dan aroma mark-up. Skema B2B (busuk to busuk) meninggalkan tanggung jawab yang harus diambil alih Prabowo, alih-alih menyelidiki pihak yang bertanggung jawab.

Koalisi Taktis Prabowo-Jokowi

Jokowi telah pensiun sebagai presiden namun tetap aktif memastikan berbagai titipannya terjaga. Koalisi taktis antara mantan musuh bebuyutan ini menciptakan dinamika politik unik dimana kekuasaan seolah dibagi dan dititipkan.

Teater Disonansi Kognitif Politik Indonesia

Interaksi Prabowo-Jokowi ibarat panggung teater dengan dua monolog yang saling melengkapi. Di atas panggung, wacana politik basa-basi berlangsung, sementara di bawah panggung terjadi persaingan kekuasaan sesungguhnya.

Ketidakhadiran Jokowi dalam acara peresmian pabrik di Cilegon justru membuat pernyataan Prabowo semakin menarik. Mungkinkan pernyataan "Jokowi tidak pernah nitip apa-apa" justru adalah titipan Jokowi itu sendiri yang harus disampaikan ke publik?

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar