Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman: Wadah Penggapai Cita-Cita Siswa DIY
Sebanyak 75 siswa dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman. Sekolah dengan sistem asrama ini menjadi tempat mereka menggantungkan harapan dan cita-cita untuk masa depan yang lebih baik.
Para siswa, yang berasal dari keluarga kurang mampu, tidak hanya belajar akademik. Mereka juga tinggal di asrama, berteman, melatih kedisiplinan, dan mengembangkan bakat mereka. Tujuannya jelas: mengubah hidup dan membanggakan orang tua.
Impian Menjadi Bupati dari Kulon Progo
Ikhsan Fajar Susandi, siswa asal Kokap, Kulon Progo, bercita-cita tinggi ingin menjadi seorang bupati. "Saya mau jadi bupati untuk mengangkat derajat orang tua," ujarnya. Motivasi ini lahir setelah ia membaca buku Living Sacrifice yang mengajarkan bahwa hidup adalah tanggung jawab untuk bermanfaat bagi orang lain.
Bagi Ikhsan, SRMA 20 Sleman adalah harapan baru. Ia merasa dapat meringankan beban orang tuanya, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan penjual tempe. Dalam empat bulan bersekolah di sini, ia mengaku kemampuan public speaking-nya meningkat dan dirinya menjadi lebih percaya diri.
Cita-Cita Menjadi Mangaka dari Kotagede
Raihan Tawakkal, siswa asal Kotagede, Yogyakarta, bercita-cita menjadi seorang mangaka atau seniman komik Jepang. "Cita-cita mangaka. Bisa menggambar. Masih belajar, tapi udah lumayan bagus," katanya. Selain menggambar, Tawakkal yang berprestasi di bidang taekwondo dan tapak suci saat SMP juga gemar menulis cerita.
Dengan bersekolah di Sekolah Rakyat, Tawakkal ingin meringankan beban orang tuanya yang berjualan jajanan. "Yang penting ibu bisa kerja. Aku juga nggak mau ngerepotin," tuturnya.
Impian Mengabdi sebagai TNI dari Sleman
Renatha Merah Delima, siswa asal Sleman, bercita-cita menjadi anggota TNI. Renatha, yang telah ditinggal ayahnya meninggal dunia, melihat sekolah ini sebagai support system yang baik. "Di sini semua di-support. Keluarga kami dapat diringankan bebannya," ujarnya.
Ibunya berjualan jajanan dan katering. Renatha kini fokus mempersiapkan diri dengan meningkatkan ilmu dan fisiknya. "Jadi aku sekolah di sini dengan tujuan fokus belajar, meraih cita-cita, serta membanggakan mama," pungkasnya.
SRMA 20 Sleman hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pendidikan bagi siswa berpotensi dari keluarga kurang mampu di DIY. Melalui pendidikan berasrama yang komprehensif, sekolah ini membuka jalan bagi para generasi muda untuk meraih impian mereka dan berkontribusi bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir 1,5 Meter di Dua Kecamatan Cirebon
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Meningkat di Berbagai Pesisir Indonesia pada Pertengahan Februari 2026
Warga Didorong Verifikasi Data DTSEN untuk Pastikan Akurasi Bansos
BMKG Imbau Warga Sulsel Waspada Hujan dan Angin Kencang Seharian