Pria Palsukan Identitas Polisi untuk Pelecehan di Manado, Ini Modusnya

- Kamis, 06 November 2025 | 23:48 WIB
Pria Palsukan Identitas Polisi untuk Pelecehan di Manado, Ini Modusnya

Kasus Pelecehan di Manado: Pria Palsukan Identitas Polisi Jadi Tersangka

Manado - Seorang perempuan asal Langowan, Kabupaten Minahasa, menjadi korban pelecehan seksual oleh pria berinisial MHN alias Hor yang mengaku sebagai anggota polisi. Kejadian ini dilaporkan ke Polresta Manado pada Selasa (4/11) setelah korban berhasil mengumpulkan bukti rekaman percakapan.

Kronologi Pelecehan oleh Palsu Polisi di Manado

Korban berinisial M awalnya mengunjungi Polresta Manado untuk melaporkan kasus pencurian oleh oknum sopir online. Saat akan pulang dini hari, pelaku menghampirinya di depan kantor polisi dan menawarkan tumpangan sambil mengaku sebagai anggota kepolisian. Karena merasa aman, korban menerima tawaran tersebut.

Modus Aksi Pelecehan di Kendaraan

Dalam perjalanan pulang ke Warembungan, pelaku mengajak korban makan malam di kawasan Jalan Sam Ratulangi. Setelah makan, pelaku mengajak "keliling" dan mulai melakukan manuver tidak senonoh. Korban yang curiga langsung merekam seluruh percakapan dalam kendaraan.

Upaya Paksa dan Pengakuan Palsu Pelaku

Saat tiba di Jalan Malalayang, pelaku memberhentikan kendaraan dan memaksa korban melakukan perbuatan asusila. Korban menolak dan meminta diantar pulang. Pelaku bahkan mengajak korban menginap di hotel namun kembali ditolak. Setelah mengetahui adanya rekaman, pelaku panik dan meminta rekaman dihapus sebelum menurunkan korban di Alfamidi Banjer.

Proses Hukum dan Identitas Asli Pelaku

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melalui Kasat Reskrim AKP Muhamad Isra mengonfirmasi pelaku bukan anggota Polri melainkan wartawan media lokal. Pelaku telah diamankan dan akan diproses secara hukum. Isra menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang mencoreng nama baik institusi Polri.

Korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolda Sulut setelah dibebaskan pelaku. Kasus ini menjadi peringatan penting mengenai kehati-hatian masyarakat terhadap orang yang mengaku sebagai aparat penegak hukum.

Komentar