Prabowo Tegas Tanggung Jawab Utang Whoosh: PSI Apresiasi Sikap Negarawan

- Rabu, 05 November 2025 | 10:50 WIB
Prabowo Tegas Tanggung Jawab Utang Whoosh: PSI Apresiasi Sikap Negarawan
Prabowo Tanggung Jawab Penuh atas Utang Whoosh, PSI Beri Apresiasi | Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab Penuh atas Proyek dan Utang Kereta Cepat Whoosh

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyampaikan apresiasi tinggi atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa pemerintahannya akan bertanggung jawab penuh atas proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menilai pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan sikap negarawan yang jernih dan bijaksana dalam memprioritaskan kepentingan rakyat.

Andy menambahkan bahwa proyek Kereta Cepat Whoosh sangat dibutuhkan sebagai solusi mengatasi kemacetan dan memangkas waktu tempuh perjalanan antara Jakarta dan Bandung secara signifikan.

Ia juga menanggapi isu restrukturisasi utang Whoosh yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, restrukturisasi utang adalah hal yang biasa dalam pengelolaan proyek strategis dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Prabowo Minta Whoosh Tidak Dipolitisasi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta agar permasalahan seputar Kereta Cepat Whoosh tidak dipolitisasi. Pernyataan ini disampaikannya di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.

"Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang, mungkin ada pihak-pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat," ucap Prabowo.

Kepala Negara menyatakan telah mempelajari persoalan Whoosh secara mendalam dan memastikan akan bertanggung jawab sepenuhnya. "Jadi PT KAI nggak usah khawatir, semuanya nggak usah khawatir, rakyat kita layani. Kita berjuang untuk rakyat kita, teknologi semua sarana itu tanggungjawab bersama. Dan itu diujungnya itu tanggungjawab Presiden RI. Jadi saya sekarang tanggungjawab Whoosh," tegasnya.

Whoosh Sebagai Public Service Obligation

Prabowo juga menekankan bahwa proyek kereta cepat di seluruh dunia, termasuk Whoosh, tidak bisa hanya dikalkulasikan berdasarkan untung rugi semata. Ia menjelaskan bahwa transportasi umum harus dinilai dari manfaat yang diberikannya kepada masyarakat luas.

"Whoosh itu semua public transport diseluruh dunia jangan dihitung untung rugi, rugi nggak. Hitung manfaat nggak untuk rakyat? Di seluruh dunia begitu. Jadi namanya public service obligation," pungkas Presiden.

Dengan pernyataan ini, komitmen pemerintah dalam melanjutkan dan memastikan keberlangsungan operasional Kereta Cepat Whoosh sebagai bentuk layanan publik untuk kemaslahatan rakyat semakin jelas.

Komentar