Komitmen Indonesia di UNESCO: Dukung Etika AI & Pelestarian Budaya dengan Bahasa Indonesia

- Selasa, 04 November 2025 | 15:30 WIB
Komitmen Indonesia di UNESCO: Dukung Etika AI & Pelestarian Budaya dengan Bahasa Indonesia

Komitmen Indonesia di UNESCO: Pelestarian Budaya dan Dukungan untuk Etika AI

Paris – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam melindungi dan memajukan keberagaman budaya. Hal ini disampaikan dalam pidato perdana menggunakan Bahasa Indonesia di Konferensi Umum UNESCO ke-43 di Uzbekistan, Selasa (4/11).

Dalam pidatonya, Mu’ti menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk melestarikan warisan budaya melalui program berbasis masyarakat dan integrasi pendidikan kebudayaan. Ia menekankan keyakinan Indonesia bahwa kebudayaan adalah jiwa kemanusiaan dan fondasi perdamaian global.

“Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya. Kami juga berkomitmen menjadikan kebudayaan sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan,” tegas Abdul Mu’ti di hadapan delegasi UNESCO.

Dukungan Indonesia untuk Etika Kecerdasan Buatan dan Open Science

Selain isu kebudayaan, Mu’ti juga menyoroti peran Indonesia dalam mendukung penerapan etika kecerdasan buatan (AI). Ia menegaskan bahwa Indonesia aktif mendukung upaya UNESCO untuk memastikan transformasi digital, termasuk pengembangan AI, tetap berpihak pada manusia dan menjunjung tinggi martabat.

“Indonesia terus mengembangkan kebijakan open science dan mendukung upaya UNESCO dalam penerapan etika kecerdasan artifisial agar transformasi digital tetap berpihak pada manusia dan menghormati martabatnya,” pungkasnya.

Sejarah Dicatat: Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi di Forum UNESCO

Momen bersejarah dalam pidato ini adalah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Status ini diperoleh setelah disahkannya Resolusi 42 C/28 pada 20 November 2023, yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Penggunaan bahasa nasional ini menandai pengakuan internasional yang penting bagi Indonesia.

Komentar