KRL Green Line Pagi Ini: Kepadatan Ekstrem di Jalur Rangkasbitung-Tanah Abang
Kondisi KRL Commuter Line Green Line atau jalur Rangkasbitung–Tanah Abang pagi ini mengalami kepadatan ekstrem. Penumpang melaporkan badan mereka terhimpit di dalam gerbong dengan sangat sesak. Rute kereta ini meliputi Stasiun Sudimara, Pondok Ranji, Jurangmangu, Kebayoran, Palmerah, dan berakhir di Tanah Abang.
Kondisi Berbahaya di Peron dan Dalam Gerbong
Pantauan pada Selasa pagi, dari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, menunjukkan situasi yang membahayakan bagi para penumpang. Suasana di peron stasiun sangat chaotic; penumpang terlihat berlarian mengejar kereta yang datang. Tradisi berebut dan dorong-mendorong untuk masuk pintu gerbong masih menjadi pemandangan biasa.
Keadaan di dalam gerbong, termasuk gerbong khusus wanita, dilaporkan sangat tidak nyaman. Penumpang terhimpit tanpa ruang gerak, dengan sirkulasi udara yang pengap sehingga membuat napas terasa berat. Saat kereta berbelok, mereka terpaksa saling menahan badan satu sama lain untuk menjaga keseimbangan. Barang bawaan penumpang pun sering terjepit di pintu kereta, menambah suasana yang tidak aman.
Kisah Perjuangan Penumpang KRL Green Line
Bagi banyak komuter, kondisi ini adalah konsekuensi yang harus diterima untuk bisa tiba tepat waktu di tempat kerja atau kuliah. Suprapto (53), seorang penumpang yang ditemui di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, mengaku telah terbiasa dengan situasi ini. Setiap hari ia berangkat dari Pamulang ke kantornya di Tanjung Priok dengan menggunakan KRL.
"Saya naik kereta arah Tanah Abang, lalu ganti kereta ke sana. Enggak ada alternatif, kereta satu-satunya transportasi," ujarnya. Meski menjadi andalan, perjalanan ini adalah ujian kesabaran baginya. "Penuh banget, enggak nyaman. Enggak aman juga," keluhnya. Suprapto bahkan kadang memilih naik dari Stasiun Rawa Buntu yang lebih awal untuk mendapatkan posisi yang lebih aman di dalam gerbong.
Kisah serupa datang dari Berlian (20), seorang mahasiswa asal Bintaro. Ia menggunakan KRL Green Line setidaknya dua kali seminggu untuk ke kampusnya di Jakarta Barat. "Capek banget sih, barengan orang pergi dan pulang kerja. Harus desak-desakan," tuturnya di Stasiun Pondok Ranji. Pagi ini, ia bahkan sempat tertinggal kereta karena gerbong sudah terlalu penuh. "Kadang nunggu kereta selanjutnya, tapi kalau udah telat, maksa masuk juga," tambahnya, menggambarkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi.
Laporan ini menggambarkan betapa krusialnya perbaikan dan penambahan layanan KRL Commuter Line, khususnya di jalur Green Line Rangkasbitung-Tanah Abang, untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para penumpang setianya.
Artikel Terkait
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek
Timnas Indonesia Tutup FIFA Matchday Juni 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Taklukkan Mozambik 1-0
WNA Singapura Ditemukan Tewas di Apartemen Batam Center, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Timnas Putri Indonesia Ditahan Imbang Kamboja di Laga Penutup FIFA Matchday