KBRI Evakuasi 144 WNI Korban TPPO di Myanmar: Kondisi Terkini & Upaya Pemulangan

- Sabtu, 01 November 2025 | 19:30 WIB
KBRI Evakuasi 144 WNI Korban TPPO di Myanmar: Kondisi Terkini & Upaya Pemulangan

KBRI Yangon Upayakan Perlindungan 144 WNI Korban TPPO di Myanmar

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon sedang melakukan upaya perlindungan terhadap 144 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan eksploitasi di kawasan Myawaddy, Negara Bagian Kayin, Myanmar.

Komunikasi Berhasil Dilakukan dengan Korban

Berdasarkan siaran pers terbaru, KBRI Yangon telah berhasil menjalin komunikasi dengan 144 WNI yang tersebar di tiga lokasi berbeda. Dari total tersebut, 54 orang telah berhasil dievakuasi ke wilayah aman di luar pusat aktivitas daring ilegal.

Kondisi dan Sebaran WNI di Myanmar

Sebanyak 45 WNI lainnya saat ini masih berada di lokasi Gate 25, dan 45 orang lagi di Gate UK999. KBRI juga telah berhasil mengumpulkan data lengkap berupa nama dan informasi paspor dari WNI yang terjebak.

Tantangan dalam Pendataan

Masih terdapat 58 WNI di lokasi keempat yang hingga kini belum dapat menyerahkan data identitas dan dokumen perjalanan kepada KBRI. Pendekatan persuasif terus dilakukan untuk melengkapi data sebelum proses pemulangan dimulai.

Proses Pemulangan WNI

Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa data lengkap yang telah terkumpul akan segera disampaikan secara resmi kepada otoritas Myanmar. Hal ini menjadi dasar permohonan pemindahan 90 WNI ke lokasi aman serta pengajuan izin keluar (exit permit) bagi seluruh WNI.

Dokumen Perjalanan bagi WNI

Bagi WNI yang tidak memiliki paspor, KBRI akan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk mendukung proses pemulangan ke Indonesia.

Rute Pemulangan melalui Perbatasan

Setelah izin keluar diterbitkan, para WNI akan dipindahkan melalui jalur perbatasan Myawaddy-Mae Sot yang menghubungkan Myanmar dan Thailand.

Koordinasi dengan Otoritas Myanmar

KBRI Yangon terus berkoordinasi dengan otoritas Myanmar yang selama ini mendukung dan memastikan proses pemulangan WNI berjalan aman. Keamanan dan keselamatan para WNI menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar