Polisi Ungkap Kronologi Terakhir Lula Lahfah, dari Kafe hingga Ditemukan Meninggal

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:06 WIB
Polisi Ungkap Kronologi Terakhir Lula Lahfah, dari Kafe hingga Ditemukan Meninggal

AKBP Mukhamad Iskandarsyah dari Satreskrim Polres Jakarta Selatan berdiri di depan awak media Jumat lalu (30/1). Di Mapolres Metro Jaksel itu, ia membeberkan detail-detail terakhir pergerakan Lula Lahfah sebelum sang influencer ditemukan meninggal. Kronologinya cukup runut, dimulai dari Kamis malam (22/1) hingga jenazahnya ditemukan keesokan harinya di unit apartemennya di Kebayoran Baru.

Menurut sejumlah saksi dan pantauan CCTV, semuanya berawal Kamis sore itu. Pukul 15.19 WIB, Lula terlihat keluar dari apartemennya. Ia tak sendirian, melainkan bersama seorang teman, VA. Mereka naik lift lalu menuju sebuah kafe.

“Aktivitas itu dimulai pada awalnya di mana saudari LL bersama rekannya di sini, saudari VA. Kita melihatnya dari CCTV dari lift, di dalam lift yang dalam lingkaran adalah saudari LL bersama rekannya saudari VA. Aktivitas keluar dari apartemen,” ucap Iskandar.

Iskandar menambahkan, timnya kemudian menelusuri lebih lanjut. Ternyata tujuan mereka adalah sebuah kafe di Jalan Gunawarman, masih di wilayah Jakarta Selatan.

Kamis (22/1) 17.41 WIB

Setelah menghabiskan waktu sekitar dua jam lebih, mereka berdua keluar dari kafe. Lula kemudian mengemudikan mobil pribadinya yang berwarna hitam, kembali ke apartemen. CCTV menangkap mereka tiba dan naik ke lantai tempat Lula tinggal. Masih berdua.

“Hingga saudari LL tiba kembali di unit apartemen miliknya dan masih bersama orang yang sama, saudari VA di sini menuju ke lantai tempat saudari LL tinggal,” tambah Iskandar.

19.37 WIB

Tak lama bersantai, Lula kembali keluar. Kali ini, temannya berbeda. Ia terlihat bersama seorang perempuan lain, inisial C. Mereka turun ke basement.

“Aktivitas berikutnya dari lantai tempat saudari LL tinggal, terlihat orang yang berbeda yaitu saudari C. Di sini sebagai saksi sudah kita ambil keterangannya juga, turun dari lantai tempat saudari LL tinggal menuju ke basement,” ucapnya.

Rupanya, tujuan mereka adalah rumah sakit. Polisi mengaku telah memeriksa rekam medis dan bukti pembayaran yang menguatkan bahwa Lula melakukan pengobatan di salah satu rumah sakit di Jaksel. Keterangan dari C pun sejalan dengan bukti itu.

Sementara Lula pergi, ada aktivitas lain di apartemen. Asisten Rumah Tangga (ART) Lula, berinisial A, turun ke lobi. Ia mengambil sebuah bungkusan titipan.

23.51 WIB

Malam semakin larut. Sang ART sudah kembali ke unit. Tak lama kemudian, Lula dan C pun pulang dari rumah sakit. Mereka kembali ke apartemen. Setelah itu, tak ada lagi aktivitas Lula yang terekam CCTV hingga tengah malam.

“Untuk aktivitas pada hari itu selesai karena kami sudah mengecek beberapa CCTV juga tidak ada aktivitas yang terkait dengan saudari LL. Lanjut,” jelas Iskandar.

Jumat (23/1)

Hari berikutnya, suasana terasa berbeda. Pagi itu, Lula tidak terlihat melakukan rutinitas olahraganya seperti biasa. Hal ini mulai menimbulkan kecurigaan sang ART.

17.37 WIB

Kecurigaan itu memuncak saat pintu kamar Lula terkunci dari dalam dan tidak ada respon sama sekali terhadap panggilan. Sang ART pun turun ke lobi untuk minta tolong.

“Hingga asisten rumah tangga turun ke bawah, terlihat dari CCTV lobi, di sini terlihat saudari A di sini mencoba untuk mencari pertolongan karena tidak bisa membuka pintu unit kamar dari saudari LL dan tidak direspons juga,” ucap Iskandar.

Di lobi, ART tersebut bertemu dengan security apartemen, saksi Y.

17.43 WIB

Mereka berdua naik untuk memeriksa. Pintu masih tak bisa dibuka. Akhirnya, mereka memanggil bantuan engineer apartemen.

17.47 WIB

Inilah momen kritisnya. Karena terkunci dari dalam, engineer terpaksa membuka paksa pintu kamar Lula.

“Nah, di sini titik krusialnya. Pada pukul 17.47 berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati oleh saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku,” jelas Iskandar tegas.

Panik merebak. ART dan sopir pribadi Lula, R, langsung menghubungi teman-teman terdekat almarhumah.

18.14 WIB

Dua teman Lula, VA dan C, bergegas kembali ke apartemen. Mereka mendapati Lula sudah terbaring di atas tempat tidur. Situasi semakin kalut. Salah satu saksi kemudian menghubungi pacar Lula, Reza Arap dari Weird Genius, memberitahu kondisi yang terjadi.

“Dari sini nanti saudari C, salah satu saksi yang merupakan asisten dari pacar saudari LL yaitu saudara RA. Saudara RA itu meminta untuk saudari C mencarikan dokter untuk memastikan kondisi dari saudari LL,” tambahnya.

19.13 WIB

Reza Arap datang. Ia tidak sendiri; seorang dokter kenalan C turut serta. Mereka naik lift menuju unit Lula.

Setelah diperiksa, dokter tersebut menyatakan Lula telah meninggal dunia.

21.20 WIB

Ambulans akhirnya dipanggil. Jenazah Lula dibawa keluar menggunakan lift barang, didampingi oleh Reza Arap, menuju Rumah Sakit Fatmawati.

“Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” papar Iskandar.

Berdasarkan penyelidikan, polisi menyimpulkan tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Keluarga juga tidak menghendaki autopsi. Akhirnya, penyelidikan pun ditutup.

Namun begitu, ada satu temuan di tempat kejadian: sebuah kaleng Whip Pink yang sudah kosong. Setelah dicek, produk sejenis diketahui mengandung zat N2O. Temuan ini menjadi catatan tersendiri dalam laporan akhir polisi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler