Pemeriksaan Lanjutan dan Identifikasi DNA
Tim medis sedang mempersiapkan pemeriksaan lanjutan untuk mengidentifikasi individu harimau tersebut. Pemeriksaan pola loreng dan uji DNA akan dilakukan untuk memastikan apakah harimau ini merupakan individu yang sama dengan yang pernah menyerang manusia beberapa waktu lalu.
“Dari hasil pola loreng dan uji DNA nanti bisa diketahui apakah ini individu yang sama dengan yang pernah memangsa manusia,” sebut Erni Suyanti mengenai pentingnya identifikasi harimau sumatera.
Observasi Perilaku dan Kesehatan
Tak hanya pemeriksaan fisik, pihak BBTNBBS juga melakukan observasi perilaku dan kesehatan umum harimau. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya bagi satwa yang termasuk critically endangered ini.
Harimau Sumatera tersebut sebelumnya tertangkap dalam kandang jebak di Dusun Kali Pasir pada Selasa (28/10). Meskipun mengalami luka jerat, satwa ini tampak dalam kondisi sehat berdasarkan video dokumentasi yang berhasil diperoleh.
Artikel Terkait
Anjing Liar dan Lalai Pemilik: Dua Insiden Serangan Ganas Guncang Jawa Barat
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos