Rahasia Kuasai Jurnalisme Data & Videografi: Bekal Mahasiswa Unila Bongkar Isu Ekonomi & SDGs

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:48 WIB
Rahasia Kuasai Jurnalisme Data & Videografi: Bekal Mahasiswa Unila Bongkar Isu Ekonomi & SDGs

Pelatihan Jurnalistik Unila Tekankan Pentingnya Jurnalisme Data & Videografi

Bandar Lampung - Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) sukses menggelar Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PJMTD). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Student Center, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila, Rabu (29/10), dengan fokus pada jurnalisme data dan videografi untuk mendukung pemberitaan isu ekonomi dan SDGs.

Pemateri Ahli Berbagi Ilmu Jurnalistik Modern

Pelatihan jurnalistik dasar ini menghadirkan dua narasumber kompeten: Redaktur Suara.com, Wakos Reza Gautama, dan Videografer Lampung Geh, Rizqi Fiesta Febrianto. Puluhan mahasiswa dari berbagai pers mahasiswa dan fakultas di Unila antusias mengikuti pelatihan yang mengulas teknik liputan berbasis data dan produksi video berita yang akurat.

Jurnalisme Data: Kunci Ungkap Fakta dan Akuntabilitas Pemerintah

Wakos Reza Gautama menekankan bahwa jurnalisme data adalah pendekatan kritis, bukan sekadar pelengkap. "Data yang kuat membuat pemerintah tidak bisa menyangkal. Data merupakan bukti faktual yang tidak terbantahkan," tegasnya dalam pelatihan jurnalistik mahasiswa ini.

Ia juga menyoroti tantangan besar jurnalis daerah dalam mengakses data publik. Menurut Wakos, transparansi data yang lemah dan birokrasi tertutup sering menghambat wartawan mendapatkan informasi yang seharusnya terbuka untuk publik.

Videografi Berita: Teknik dan Etika Visual yang Faktual

Rizqi Fiesta Febrianto, videografer Lampung Geh, membagikan ilmu praktis tentang camera movement, teknik pengambilan gambar stabil, dan penyuntingan video yang proporsional. "Video berita harus jujur dan jelas. Narasi yang dilebih-lebihkan dapat menimbulkan salah tafsir," jelasnya.

Rizqi juga menekankan pentingnya etika visual dalam jurnalisme. Videografer wajib menjaga objektivitas dan tidak memanipulasi gambar untuk dramatisasi. Prinsipnya jelas: "Jurnalis melaporkan, bukan berpartisipasi. Visual harus faktual, bukan dibuat-buat."

Kegiatan PJMTD Unila ini menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan kompetensi jurnalistik mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan pemberitaan isu ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di era digital.

Komentar