Pak Tarno Ditipu Rp 100 Juta, Uang Obat Stroke Habis: Saya Sakit, Perlu Obat!

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:50 WIB
Pak Tarno Ditipu Rp 100 Juta, Uang Obat Stroke Habis: Saya Sakit, Perlu Obat!

Pesulap Pak Tarno Ditipu Rp 100 Juta Saat Ingin Beli Mobil, Uang Obat Stroke Hilang

Pesulap kondang Pak Tarno, yang terkenal dengan jargon "Jadi Apa Prok Prok Prok", menjadi korban penipuan yang merugikannya hingga Rp 100 juta. Kuasa hukumnya, Hendro Widodo, mengungkapkan kronologi penipuan yang menimpa kliennya tersebut.

Kronologi Penipuan Pak Tarno

Menurut Hendro Widodo, kejadian ini bermula pada tahun 2012. Saat itu, Pak Tarno berniat membeli sebuah mobil dan mendapatkan tawaran dari terduga pelaku. "Intinya sekitar tahun 2012 Pak Tarno mau beli mobil, oleh terduga pelaku itu ditawarkan melalui dia aja," jelas Hendro.

Karena tertarik dengan penawaran itu, Pak Tarno pun menyetujui transaksi tersebut. Ia memberikan uang sebesar Rp 50 juta secara tunai dan mentransfer sisa Rp 50 juta ke rekening pelaku. Sayangnya, mobil yang dijanjikan tak kunjung datang dan uangnya raib dibawa kabur.

Upaya Hukum dan Somasi

Pihak kuasa hukum Pak Tarno saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait kasus ini. Mereka berencana untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian jika ditemukan unsur pidana penipuan. "Kita akan dalami ketika memang terlibat Pasal 378 penipuan, ya pasti kita akan laporkan penipuan," tegas Hendro.

Sebelum melangkah ke proses hukum, tim kuasa hukum akan terlebih dahulu mengirimkan somasi kepada terduga pelaku. "Kami akan kirimkan somasi setelah kami dapatkan bukti-buktinya dari Pak Tarno," tambahnya.

Pak Tarno Berharap Uang Dikembalikan untuk Biaya Pengobatan Stroke

Kondisi kesehatan Pak Tarno kini menjadi perhatian publik. Ia diketahui menderita stroke sejak tahun 2018 dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Dalam kondisi yang memprihatinkan, Pak Tarno berharap uangnya dapat dikembalikan untuk keperluan berobat.

Dengan linangan air mata, Pak Tarno mengungkapkan harapannya, "Iya (berharap dikembalikan), untuk berobat." Ia semakin terisak ketika menceritakan besarnya biaya pengobatan yang telah dikeluarkannya. "Pengobatan habis banyak," ujarnya. "Saya sakit saya perlu obat. Berobat udah kemana-mana nggak ada perubahannya," pungkas pesulap nyentrik itu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar