Keberhasilan inilah yang menjadi dasar untuk menjalin kolaborasi dengan India, yang memiliki program serupa bernama Pradhan Mantri Poshan. Sinergi antara kedua program ini diharapkan dapat secara signifikan memperkuat gizi dan kesehatan anak-anak sekolah di kedua negara.
“Kami melihat potensi besar untuk berbagi pengalaman dengan India guna membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif di seluruh kawasan,” tutur Sugiono.
Pangan sebagai Alat Diplomasi Baru
Lebih lanjut, Sugiono menyoroti peran pangan yang telah melampaui sekadar kebutuhan dasar. Menurutnya, pangan kini telah menjadi alat diplomasi baru yang efektif untuk mempererat hubungan dan kerja sama antarnegara di kawasan Asia.
Dalam forum tersebut, ia juga aktif mendorong ASEAN dan India untuk membangun kerja sama lintas batas yang lebih kuat. Tujuannya adalah memperkuat sistem pangan regional dalam menghadapi tantangan krisis iklim dan gangguan rantai pasok global.
Pernyataannya ditutup dengan penekanan bahwa kerja sama pangan ini akan memperkuat kemitraan strategis ASEAN-India, menjadikannya lebih relevan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan memajukan ketahanan pangan, kita bukan hanya membangun ketahanan, tapi juga harapan akan masa depan yang lebih sehat dan berdaya,” pungkas Menlu Sugiono.
Artikel Terkait
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi