Viral! Shalat di Candi Borobudur Dikira Al-Aqsa, Apakah Pelakunya Dinyatakan Murtad?

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Viral! Shalat di Candi Borobudur Dikira Al-Aqsa, Apakah Pelakunya Dinyatakan Murtad?

Shalat di Candi Borobudur Dikira Masjid Al-Aqsa, Apa Status Hukumnya?

Belakangan ini viral sebuah video yang menunjukkan seseorang melakukan shalat di area Candi Borobudur dengan keyakinan bahwa tempat tersebut adalah Masjid Al-Aqsa. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam, mengenai status hukum dari perbuatan tersebut.

Kesesatan dalam Akidah

Perbuatan menganggap Candi Borobudur sebagai Masjid Al-Aqsa dinilai sebagai sebuah kesesatan. Hal ini jelas menyimpang dari ajaran Islam yang telah ditetapkan dalam Kitabullah, As-Sunnah, dan kesepakatan ulama (ijma'). Lokasi Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya berada di Baitul Maqdis, Palestina, adalah hal yang telah mutlak dan diketahui bersama oleh umat Islam, baik yang awam maupun yang berilmu.

Status Hukum Pelaku dalam Perspektif Syariat

Pertanyaan yang muncul adalah, apa status hukum pelaku dalam hal ini? Apakah tindakannya menyebabkan ia keluar dari Islam (murtad) ataukah masih berstatus muslim?

Dalam konteks negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah, oknum yang melakukan perbuatan sesat seperti ini akan ditangkap oleh penguasa. Proses selanjutnya akan melibatkan pengadilan dimana hakim akan meminta pelaku untuk bertaubat. Jika menolak, maka hukuman berat sesuai ketentuan syariat dapat dijatuhkan.

Kondisi di Indonesia

Situasinya menjadi berbeda di Indonesia, dimana hukum positif yang berlaku bukanlah hukum Islam murni. Sistem hukum yang diterapkan merupakan warisan kolonial. Oleh karena itu, status hukum terhadap pelaku perbuatan semacam ini menjadi tidak jelas dan tidak dapat dijatuhi hukuman sebagaimana dalam sistem syariat.

Solusi dan Sikap yang Diambil

Mengingat kompleksitas hukum dan situasi yang ada, salah satu sikap yang bisa diambil adalah dengan menganggap pelaku sebagai orang yang tidak waras atau sedang mencari perhatian. Merespon secara berlebihan terhadap tindakan orang yang dianggap "kehilangan arah" justru tidak akan membawa manfaat. Pendekatan yang paling aman adalah dengan tidak memberi panggung dan membiarkan kasus ini mereda dengan sendirinya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar